Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1.189,74 Triliun

EK
Minggu, 20 September 2026
Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1.189,74 Triliun
Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026 dengan Pendapatan Rp1.189,74 Triliun

WARTAFINANSIAL.COM — PT Pertamina (Persero) kembali menempati posisi teratas dalam Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp1.189,74 triliun dan laba bersih Rp56,23 triliun. Capaian itu diraih di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi sektor energi sepanjang tahun fiskal 2025.

Peringkat tersebut diumumkan dalam Fortune Indonesia 100 Gala 2026 yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pemeringkatan disusun berdasarkan kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun fiskal 2025.

Fortune Indonesia mengonversi data keuangan seluruh peserta ke dalam rupiah memakai kurs rata-rata tahun fiskal 2025 sebesar Rp16.785 per dolar AS. Metode itu dipakai agar perbandingan skala bisnis antarkorporasi tetap setara.

Pendapatan Tumbuh, Laba Bersih Justru Terbatas

Dari 100 perusahaan yang masuk daftar, 66% mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun hanya 49 perusahaan yang berhasil membukukan kenaikan laba bersih.

Artinya, ekspansi bisnis tidak otomatis berbanding lurus dengan profitabilitas. Banyak korporasi besar masih bergulat dengan beban operasional dan gejolak harga komoditas.

Pertamina sendiri membukukan laba bersih Rp56,23 triliun. Angka itu menjadikannya salah satu penyumbang laba terbesar di antara perusahaan yang masuk pemeringkatan.

Energi Hulu-Hilir Jadi Penopang Utama

Model bisnis Pertamina yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi kunci mempertahankan kinerja. Portofolio perusahaan mencakup eksplorasi dan produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.

Perusahaan juga memperkuat bisnis energi baru dan terbarukan di tengah perubahan lanskap energi global. Diversifikasi itu berjalan bersamaan dengan upaya menjaga kinerja pada bisnis inti.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut capaian ini sebagai apresiasi atas kerja seluruh insan perusahaan.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Pertamina terus menjaga kinerja operasional dan keuangan secara sehat, sekaligus menjalankan peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Baron.

Baron menambahkan, perusahaan akan memperkuat efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi lini usaha. Pertamina juga berkomitmen memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kontribusi ke Perekonomian dan Ketahanan Energi

Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder IDN Media William Utomo menilai pemeringkatan ini menggambarkan kontribusi korporasi besar terhadap perekonomian nasional.

"Fortune Indonesia 100 memberikan gambaran mengenai perusahaan-perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Pemeringkatan ini melihat kinerja perusahaan secara objektif berdasarkan data dan capaian bisnis yang terpublish," ujar William.

Ia juga memberi apresiasi kepada perusahaan yang berhasil masuk daftar. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kontribusi seluruh unsur organisasi.

Peran Pertamina tidak hanya soal angka finansial. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, perseroan memikul mandat menjaga pasokan energi untuk masyarakat, industri, dan aktivitas ekonomi.

Kinerja keuangan pun berjalan berdampingan dengan tuntutan menjaga keberlangsungan pasokan. Kombinasi itu menjadi tolok ukur tersendiri bagi perusahaan energi milik negara di tengah perubahan lanskap energi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua