IHSG Berisiko Uji 6.290 Pekan Depan, Asing Masih Net Sell Rp 1,79 Triliun

JI
Minggu, 20 September 2026
IHSG Berisiko Uji 6.290 Pekan Depan, Asing Masih Net Sell Rp 1,79 Triliun
IHSG Berisiko Uji 6.290 Pekan Depan, Asing Masih Net Sell Rp 1,79 Triliun

WARTAFINANSIAL.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali melemah pada awal perdagangan pekan depan dan rawan menguji level 6.290-6.370. Tekanan datang dari sentimen hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih membayangi pasar global. Investor asing tercatat membukukan jual bersih Rp 1,79 triliun pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

Tim Analis MNC Sekuritas menilai skenario terburuk masih membayangi IHSG. Posisi indeks diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam.

Meski demikian, selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, peluang menguat ke rentang 6.541-6.581 masih terbuka. Level support diproyeksi di 6.279 dan 6.201, sedangkan resistance di 6.585 dan 6.633.

Tekanan The Fed Jadi Pemicu Utama

Pelemahan IHSG sepanjang pekan 14-18 September 2026 tidak lepas dari sentimen hawkish The Fed yang menekan bursa global. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita menyebut sejumlah indikator perdagangan bergerak dinamis pada periode tersebut.

IHSG turun 1,53% menjadi 6.441,159 pada akhir pekan, dari posisi 6.541,377 sepekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI ikut berubah 1,58% menjadi Rp 11.266 triliun dari Rp 11.446 triliun.

"Sejalan dengan pergerakan IHSG, kapitalisasi pasar BEI berubah 1,58% menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun pada pekan sebelumnya," ujar Elsierra dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Transaksi Harian dan Frekuensi Ikut Menurun

Dari sisi aktivitas, rata-rata nilai transaksi harian BEI turun 6,95% menjadi Rp 15,22 triliun dari Rp 16,36 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga menyusut 14,73% menjadi 1,89 juta kali dari 2,22 juta kali transaksi.

Rata-rata volume transaksi harian BEI berubah 20,71% menjadi 28,61 miliar saham, dari sebelumnya 36,09 miliar saham. Penurunan ini mencerminkan minat pelaku pasar yang mengendur di tengah ketidakpastian global.

Asing Masih Net Sell, Rekomendasi Buy on Weakness

Investor asing mencatatkan net sell Rp 1,79 triliun pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Secara kumulatif sepanjang 2026, aksi jual bersih asing sudah menembus Rp 74,36 triliun.

MNC Sekuritas menyarankan investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk saham PT Buana Listya Tama Tbk. (BULL), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM). Untuk trading buy, analis merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua