Freeport Kucurkan Rp 25 Triliun Bangun Tambang Kucing Liar, Produksi 2029

KE
Minggu, 20 September 2026
Freeport Kucurkan Rp 25 Triliun Bangun Tambang Kucing Liar, Produksi 2029
Freeport Kucurkan Rp 25 Triliun Bangun Tambang Kucing Liar, Produksi 2029

WARTAFINANSIAL.COM — PT Freeport Indonesia menyiapkan investasi Rp 25 triliun untuk membangun tambang bawah tanah Kucing Liar di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah, dengan target produksi mulai 2029. Proyek itu menjadi bagian dari kebutuhan belanja modal total Rp 72 triliun hingga 2033.

Langkah ini menandai babak baru ekspansi tambang bawah tanah Freeport setelah sekian lama menggarap Grasberg Block Cave. Perusahaan menyebut Kucing Liar sebagai tambang masa depan yang bakal menopang produksi tembaga dan emas dalam jangka panjang.

Masuk Tahap Development, Produksi Dijadwalkan 2029

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas memastikan proyek Kucing Liar sudah memasuki tahap development. Pihaknya menargetkan penambangan perdana pada 2029.

"Dan juga saya informasikan di sini bahwa tambang Kucing Liar yang merupakan tambang masa depan kami itu akan sudah mulai kami kerjakan dari sekarang dan itu sudah memasuki tahap development dan akan bisa mulai ditambang tahun 2029," kata Tony dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR.

Dari total kebutuhan Rp 72 triliun hingga 2033, sebanyak Rp 25 triliun di antaranya sudah digelontorkan untuk proyek ini. Freeport sebelumnya memulai pengembangan jangka panjang di deposit Kucing Liar pada 2023.

Cadangan Tembaga dan Emas Naik Signifikan

Perusahaan merampungkan studi pada 2025 untuk mengevaluasi potensi perluasan deposit. Desain awal menyasar kapasitas 90 ribu metrik ton bijih per hari, lalu ditemukan peluang ekspansi berbiaya rendah untuk menaikkannya menjadi 130 ribu metrik ton per hari.

Perluasan itu turut mendongkrak cadangan sekitar 20%. Per 31 Desember 2025, estimasi awal Freeport menempatkan cadangan Kucing Liar mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas yang akan dipulihkan hingga 2041.

Angka itu naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas. Desain terbaru juga mencatat produksi rata-rata Kucing Liar pada tingkat penuh mencapai 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas, melonjak lebih dari 35% dari estimasi semula.

Butuh Tambahan Modal dan Penyesuaian Operasional

Kajian ekonomi perusahaan mengungkap kebutuhan tambahan investasi modal sekitar 10% atau setara US$0,5 miliar. Angka itu belum termasuk penyesuaian pada fasilitas pengolahan.

Dampaknya juga merembet ke operasional Grasberg Block Cave yang perlu disesuaikan agar tetap sejalan dengan jadwal pengembangan Kucing Liar. Freeport belum merinci bentuk penyesuaian yang akan dilakukan.

Bagi Papua Tengah, proyek ini memperpanjang umur tambang sekaligus menahan laju penurunan produksi setelah Grasberg memasuki fase akhir. Bagi pasar global, tambahan pasokan tembaga dari Kucing Liar menjadi salah satu variabel yang dipantau menjelang 2029.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua