Alita dan PLN ES Uji Drone Sensor Thermal untuk Awasi Aset Listrik
WARTAFINANSIAL.COM — Penandatanganan kerja sama strategis berlangsung di Jakarta pada Kamis (27/8) dengan tajuk "Powering Progress Through Strategic Collaboration". Kolaborasi ini menggabungkan kompetensi engineering ketenagalistrikan PLN ES dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), network engineering, serta system integration yang dimiliki Alita.
Teknologi Drone untuk Inspeksi Aset yang Lebih Cepat
Selama ini, pemeriksaan jaringan listrik sering membutuhkan kerja lapangan berisiko dan memakan waktu lama. Petugas harus menjangkau lokasi yang tersebar, sementara sebagian aset berada di area sulit diakses.
Teknologi yang dikembangkan Alita menawarkan pendekatan berbeda. Drone dilengkapi tiga jenis sensor sekaligus: visual untuk menangkap citra, thermal untuk mengukur temperatur, dan LIDAR yang mengumpulkan data spasial melalui pantulan cahaya. Kombinasi ini memungkinkan satu kali penerbangan menghasilkan beragam informasi kondisi aset.
Alur Data: dari Lapangan ke Dashboard Operasional
Penerbangan drone hanyalah awal dari proses yang lebih panjang. Data mentah yang terkumpul harus melalui tahap pengiriman, pengolahan, dan integrasi sebelum akhirnya tampil di Dashboard Operasional OASIS milik PLN ES.
Dengan kata lain, nilai strategis teknologi ini terletak pada kemampuannya mengubah data lapangan menjadi informasi yang bisa dipakai untuk pengambilan keputusan. Ini juga berarti tantangan digitalisasi aset kelistrikan tidak hanya soal perangkat keras, melainkan infrastruktur digital di belakangnya.
Komitmen Menggunakan Teknologi Dalam Negeri
President Director Alita Joseph Lumban Gaol menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan momentum membangun kemitraan jangka panjang dengan PLN ES. "Kami meyakini talenta dan teknologi dalam negeri memiliki kapabilitas untuk menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan," ujarnya.
Joseph berharap proses validasi bersama menghasilkan solusi yang manfaatnya bisa diukur dan memberikan nilai tambah bagi peningkatan layanan ketenagalistrikan di Indonesia.
Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin teknologi serupa akan diterapkan lebih luas pada jaringan listrik di luar Jawa. Keandalan pasokan listrik nasional pun bisa terjaga tanpa harus mengandalkan inspeksi manual yang lebih lambat dan berisiko.