IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas ke 6.599-6.666, Ini Level Kunci yang Wajib Dipantau
WARTAFINANSIAL.COM — Dua analis dari sekuritas berbeda memproyeksikan arah pergerakan indeks pada perdagangan Senin (31/8) dengan skenario yang relatif seirama. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas dan Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas sama-sama melihat potensi penguatan, tetapi keduanya memberi catatan soal level support yang harus dipertahankan.
Level Kunci yang Menentukan Arah Hari Ini
Herditya menjelaskan, dalam skenario terbaik, IHSG saat ini berada di awal wave v dari wave (c) sehingga masih berpeluang menguat ke rentang 6.599-6.666. Namun jika tekanan jual dominan, indeks berpotensi terkoreksi ke area 6.289-6.352.
"Dalam skenario terbaik, posisi IHSG sedang berada di awal wave v dari wave (c) sehingga masih berpeluang menguat ke rentang 6.599-6.666. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berpotensi terkoreksi ke area 6.289-6.352," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.373 dan 6.272, dengan resistance di level 6.599 dan 6.705. Sementara itu, Ivan dari Binaartha menilai koreksi minor tetap mungkin terjadi, tetapi momentum positif diperkirakan masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas 6.435.
"Selama IHSG berada di atas level 6.435, potensi untuk kembali melanjutkan tren naik menuju 6.666 masih cukup besar," kata Ivan. Ia memasang level support 6.435, 6.352, 6.230, dan 6.080, dengan resistance di 6.666, 6.835, dan 6.916.
Saham-Saham Pilihan Analis
Dari sisi rekomendasi, kedua analis memberikan sejumlah saham yang layak dicermati pelaku pasar pada sesi hari ini:
- MNC Sekuritas merekomendasikan AMRT, BUMI, INDF, dan LSIP.
- Binaartha Sekuritas memilih AMRT, ASII, BBCA, MDKA, dan TLKM.
Menutup pekan lalu, IHSG tercatat melemah 3,62 poin atau minus 0,06 persen dari perdagangan sebelumnya. Data RTI Infokom menunjukkan total transaksi mencapai Rp15,15 triliun dengan volume perdagangan sekitar 35,3 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2 juta kali. Sebanyak 328 saham terkoreksi, 276 menguat, dan 188 stagnan pada penutupan pekan tersebut.
Investasi mengandung risiko.