111 Pekebun Sumsel Ikut Pelatihan Panen Sawit, Target Tekan Susut Mutu TBS

RE
Minggu, 30 Agustus 2026
111 Pekebun Sumsel Ikut Pelatihan Panen Sawit, Target Tekan Susut Mutu TBS

WARTAFINANSIAL.COM — Pelatihan dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 ini menekankan bahwa memanen sawit bukan sekadar memotong tandan. Rangkaian proses mulai dari ketepatan matang panen, teknik memanen, penanganan brondolan, hingga pengangkutan menentukan kualitas TBS yang sampai ke pabrik.

"Pelatihan ini merupakan bagian penting, terutama dalam hal kita menggali potensi produksi yang ada di lahan Bapak dan Ibu sekalian," ujar Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN, Fandi Hidayat, dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).

Praktik Lapangan di Dua Perusahaan Perkebunan

Materi kelas diperkuat dengan kunjungan lapangan pada 27 Agustus 2026 ke PT Binasawit Makmur (BSM) dan PT Minanga Ogan. Peserta melihat langsung penerapan teknik panen dan pascapanen, sekaligus mengaitkan teori dengan praktik pengelolaan TBS di kebun.

Fandi menegaskan, produktivitas kebun sawit tidak semata ditentukan oleh luas lahan. Kemampuan pekebun mengelola setiap tahapan produksi secara presisi justru menjadi kunci agar mutu hasil panen terjaga hingga tiba di pabrik.

Mengapa Mutu TBS Menentukan Harga?

Kualitas TBS yang buruk akibat panen tidak sesuai standar akan langsung berdampak pada harga di tingkat petani. Buah mentah atau busuk yang tercampur dalam tandan menurunkan rendemen minyak, sehingga pabrik memberikan potongan harga.

Sebaliknya, TBS dengan tingkat kematangan optimal dan penanganan yang hati-hati akan menghasilkan minyak sawit berkualitas tinggi. Bagi pekebun, selisih harga ini signifikan terhadap pendapatan bulanan.

"Ilmu yang diperoleh pada kegiatan ini dapat diterapkan, diimplementasikan ketika nanti Bapak dan Ibu sudah kembali ke tempat masing-masing," kata Fandi.

Peran BPDP dalam Penguatan SDM Pekebun

Kegiatan ini merupakan bagian dari mandat BPDP dalam mengelola dana peremajaan dan pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit. Pendanaan pelatihan berasal dari pungutan ekspor yang dikumpulkan dari pelaku industri sawit.

Dengan skema ini, pekebun mandiri tidak terbebani biaya pelatihan. Program SDMP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas petani swadaya yang mengelola sebagian besar luas kebun sawit nasional.

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan serta dua kabupaten turut terlibat dalam penyelenggaraan, memastikan peserta yang dikirim adalah pekebun yang membutuhkan pendampingan teknis paling besar.

Ke depan, evaluasi pasca-pelatihan diperlukan untuk memastikan adopsi teknik panen yang benar benar-benar terjadi di lapangan. Tanpa pendampingan berkelanjutan, pengetahuan baru kerap ditinggalkan ketika pekebun kembali pada rutinitas harian.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua