Bursa Calon Dirjen WHO: Menkes Budi Gunadi Bersaing dengan Tiga Nama, Ini Peluang dan Tantangannya

RE
Senin, 24 Agustus 2026
Bursa Calon Dirjen WHO: Menkes Budi Gunadi Bersaing dengan Tiga Nama, Ini Peluang dan Tantangannya

WARTAFINANSIAL.COM — Nama Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar kandidat yang diumumkan WHO pada Senin (24/8/2026). Ia diajukan oleh Indonesia dan akan bersaing dengan tiga kandidat lain: Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia. Status mereka masih sebagai kandidat prospektif dan daftar ini bisa berubah hingga batas akhir pencalonan pada 24 September 2026.

Modal Besar BGS: Dari Bank Mandiri ke Diplomasi Kesehatan Global

Yang membuat pencalonan BGS berbeda dari para pendahulunya di WHO adalah latar belakangnya. Ia bukan dokter atau profesional kesehatan masyarakat, melainkan lulusan fisika nuklir dengan karier panjang di sektor keuangan dan korporasi. Sebelum memimpin Kementerian Kesehatan pada Desember 2020, BGS pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri sejak 2013 dan kemudian memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Pengalaman di bidang keuangan ini justru dinilai menjadi nilai jual utama. WHO saat ini tengah menghadapi krisis pendanaan yang parah, diperparah dengan mundurnya Amerika Serikat dari organisasi tersebut. Tekanan ini memaksa WHO melakukan penghematan besar-besaran, termasuk pengurangan sekitar 25% staf dalam setahun terakhir dan ditinggalkannya sejumlah pejabat senior seperti Jeremy Farrar.

Rekam Jejak BGS di Panggung Global

BGS bukan nama asing dalam diplomasi kesehatan internasional. Ia merupakan salah satu tokoh kunci di balik pembentukan Pandemic Fund, mekanisme pendanaan global yang diluncurkan saat Presidensi G20 Indonesia di Bali pada 2022 dan kini dikelola Bank Dunia.

Indonesia pada Juli lalu juga memberikan tambahan kontribusi sukarela sekitar US$30 juta untuk membantu menutup kekurangan pendanaan WHO. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut, meski ia belum secara terbuka mendukung kandidat mana pun.

Kapan Keputusan Final Dirjen WHO Baru Diumumkan?

Pemilihan Direktur Jenderal WHO baru akan berlangsung dalam World Health Assembly ke-80 pada Mei 2027 di Jenewa, Swiss. Kandidat terpilih dijadwalkan mulai menjabat pada 16 Agustus 2027, setelah masa jabatan Tedros berakhir.

Peta persaingan masih sangat cair. Negara-negara anggota masih memiliki waktu hingga September 2026 untuk mengajukan kandidat tambahan, sehingga jumlah peserta bisa bertambah. Para pengamat menilai latar belakang BGS yang kuat di bidang keuangan dan korporasi bisa menjadi pembeda, terutama di tengah kebutuhan WHO untuk menyehatkan kembali keuangannya. Namun, tantangan terbesarnya adalah meyakinkan negara-negara anggota yang selama ini terbiasa dipimpin oleh sosok berlatar belakang medis.

Sumber: cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua