Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Rendah, BI Minta Bank Tingkatkan Kredit
JAKARTA - Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyorot perkembangan penyaluran kredit UMKM yang masih minim, sembari mengimbau pihak perbankan guna menaikkan kucuran dana kepada sektor usaha tersebut.
“Jadi, UMKM itu baru tumbuhnya 1,62 persen. Ini benar-benar menjadi PR bagi kami,” kata Destry dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Kamis.
Dalam ajang tersebut, Destry juga menekankan peranan strategis UMKM selaku pondasi ekonomi nasional yang tercermin lewat jumlah pelaku usaha menembus 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta memberikan kontribusi di atas 60 persen pada produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Namun, memang kami harus mengakui ada suatu fakta bahwa kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kami semua,” kata dia.
Adapun hingga Juni 2026, pembiayaan UMKM tercatat berada pada angka 1,05 persen (year on year/yoy), terangkat dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,60 persen (yoy), berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Secara menyeluruh, kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh sebesar 13,58 persen (yoy), mendongkrak pencapaian pada Juni 2026 yang sebesar 12,6 persen (yoy).
Destry menegaskan bahwa Bank Indonesia bakal terus memperketat kerja sama bersama berbagai pihak supaya UMKM dapat berkembang sekaligus tetap menyerap lapangan pekerjaan secara optimal.
Dia menambahkan, kontribusi strategis UMKM turut mempertegas tugas Bank Indonesia dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia serta mendorong pertumbuhan yang inklusif maupun berkeadilan.
Sebagaimana ketetapan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), maka bauran kebijakan Bank Indonesia diterapkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan pembukaan lapangan kerja.
“Bank Indonesia akan terus berkomitmen mengembangkan UMKM melalui kerangka kebijakan yang didukung oleh tiga strategi utama yang diimplementasikan kepada seluruh 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di dalam negeri dan 5 kantor perwakilan Bank Indonesia yang ada di luar negeri,” kata Destry.
Dia menerangkan ketiga strategi utama tersebut mencakup ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.
Rencana tersebut diwujudkan lewat penguatan kapasitas maupun skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, hingga akselerasi digitalisasi.
Bank Indonesia sendiri memprakarsai Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diikuti lebih dari 550 UMKM di Jakarta International Convention Center (JICC). Di samping itu, KKI turut diselenggarakan secara daring lewat platform www.karyakreatifindonesia.co.id dengan melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.
Berdasarkan Sumbernya, total tersebut mengalami peningkatan jika dibanding penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Event yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 ini menampilkan 44 rangkaian agenda, termasuk business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, serta lainnya.
KKI 2026 memamerkan beraneka produk UMKM hasil seleksi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, olahan makanan dan minuman, hingga daya tarik desa wisata.
Dalam penyelenggaraan edisi ke-11 ini, KKI membawa lima elemen kebaruan, antara lain program berdampak nyata melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emision dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.
Melalui tema “BeudayaMeusareSare" dari Aceh, KKI pada tahun ini turut menjadi wujud ikhtiar mendorong kebangkitan UMKM di area Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.