Lari Rutin Bikin Jantung dan Paru Sehat, Tak Perlu Target Jauh

RE
Senin, 24 Agustus 2026
Lari Rutin Bikin Jantung dan Paru Sehat, Tak Perlu Target Jauh

WARTAFINANSIAL.COM — Sebagai olahraga aerobik, lari membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih aktif untuk memenuhi kebutuhan energi selama bergerak. Aktivitas ini melibatkan sistem kardiorespirasi secara langsung.

Bila dilakukan konsisten, kebugaran jantung dan paru-paru bisa terjaga. Namun, kemampuan tiap orang berbeda. Pemula tidak perlu memaksakan diri mengejar jarak jauh atau kecepatan tinggi sejak awal.

Intensitas dan jarak lari sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Yang lebih penting adalah menjadikan lari sebagai kebiasaan, bukan aktivitas sekali-sekali saat mengikuti event.

Event Lari Kini Bawa Misi Sosial dan Lingkungan

Pergeseran makna event lari mulai terlihat belakangan ini. Penyelenggara tidak hanya mengajak peserta bergerak, tetapi juga menanamkan dampak sosial dan kepedulian lingkungan.

Salah satunya terlihat pada Deloitte Runify 2026 yang digelar di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/8). Lebih dari 600 karyawan Deloitte, klien, mitra, dan komunitas mengikuti kegiatan dengan pilihan jarak 5 km dan 10 km.

Dari penjualan tiket dan donasi, terkumpul lebih dari Rp170 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program pendidikan bagi pelajar dari kelompok masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.

Jejak Karbon dan Pengelolaan Limbah Event

Penyelenggaraan event olahraga skala besar juga menghadapi persoalan lingkungan. Mobilitas peserta, transportasi, dan operasional acara menghasilkan emisi karbon yang perlu diukur.

Deloitte bekerja sama dengan Jejakin untuk menghitung jejak karbon Runify 2026. Emisi yang dihasilkan akan dikompensasi melalui penanaman mangrove.

Aspek lain yang diterapkan adalah pengelolaan limbah. Deloitte mengumpulkan e-waste dari karyawan, lalu bersama Olah Plastic mengubah limbah plastik dan elektronik menjadi medali finisher, elemen panggung, dinding foto, dan instalasi seni.

Lokakarya upcycling juga diadakan untuk 50 karyawan, mengubah keyboard komputer bekas menjadi gantungan kunci. Material yang berpotensi menjadi sampah dialihkan untuk digunakan kembali.

Kilometer Berlari, Dampak untuk Pendidikan

Indonesia Leader sekaligus Presiden Direktur PT Deloitte Konsultan Indonesia, Brian Indradjaja, mengatakan kegiatan ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga.

"Setiap peserta yang terlibat seperti karyawan, klien Deloitte, relawan, pendukung, dan donatur, telah berkontribusi dengan membantu memperluas akses terhadap pendidikan bagi generasi muda Indonesia sekaligus membuka jalan menuju berbagai peluang di masa depan," kata Brian.

Dengan begitu, kilometer yang ditempuh peserta tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Aktivitas olahraga juga dikaitkan dengan dukungan terhadap akses pendidikan.

Bagi Anda yang ingin mulai berlari, mulailah dari jarak pendek dan tingkatkan secara bertahap. Pastikan tubuh cukup istirahat dan penuhi kebutuhan cairan. Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program lari rutin.

Sumber: cnnindonesia.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua