Menko Airlangga Incar Simpanan Emas WNI 360 Ton Dialihkan ke Bank Emas

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 21 Agustus 2026
Menko Airlangga Incar Simpanan Emas WNI 360 Ton Dialihkan ke Bank Emas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berhasrat mengalihkan simpanan 360 ton emas masyarakat Indonesia menuju instrumen keuangan maupun perbankan.

Merujuk pernyataan pimpinan lembaga terkait, terungkap bahwa tabungan emas warga Indonesia diproyeksikan berada di angka 1.800 ton, senilai US$252 miliar.

Melihat kenyataan itu, Airlangga menginstruksikan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) selaku bank bullion agar menarik minimal 20% persentase emas simpanan warga menuju sistem bank emas.

"Tentu dari segi investasi, pemerintah berharap juga kepada dua engine bullion bank ini, Pegadaian dan BSI untuk tumbuhnya double digit. Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, dari US$252 miliar ini, mungkin 20% saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan," kata Airlangga Hartarto dalam keynote speech pada acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8).

Ia melanjutkan, walau kurun waktunya baru berjalan satu tahun, dua penggerak ekosistem bulion, BSI serta Pegadaian tercatat mengurus 153 ton emas setara nominal Rp360 triliun atau US$20 miliar.

Malahan, laporan terbaru dana kelolaan bank emas telah menyentuh angka 179 ton.

Kebijakan Strategis Ekonomi 2027 menempatkan sektor bulion berikut IBMA dalam jajaran prioritas pemulihan sektor perekonomian, sejajar Bursa Komoditas Mineral dan penyusunan Indonesia Reference Price.

Pertumbuhan capaian operasional usaha bulion membuktikan struktur dasar pasar kini sudah terbangun.

Program bank emas bergerak melampaui fase penyusunan aturan ke arah penggunaan yang lebih masif, sehingga langkah selanjutnya mencakup penguatan mutu pasar berfokus likuiditas, keterbukaan harga, standardisasi, tata kelola, hingga integrasi ekosistem.

Berdasarkan paparan Menko Airlangga, negeri ini menyimpan kekayaan alam melimpah, namun sebagian besar belum dilengkapi ekosistem menyeluruh, sementara sektor emas termasuk yang sudah memilikinya secara lengkap.

Berawal dari tambang, pemurnian, manufaktur, institusi keuangan, produk finansial termasuk Exchange-Traded Fund (ETF), transaksi perdagangan, pengrajin perhiasan berpusat di Surabaya Jawa Timur, sampai prasarana pasar.

Langkah memperkuat tata kelola serta daya saing ekosistem bulion nasional wajib dijadikan skala prioritas utama.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua