Warga Ramai Beli Emas Kelolaan Bullion Bank Pegadaian Capai 153 Ton Lebih
JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) mendata jumlah kelolaan emas pada ekosistem Bullion Bank sudah melampaui 153 ton sampai Agustus 2026.
Capaian itu sudah melewati target kelolaan emas yang berjumlah 110 ton untuk kurun 2026.
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengungkapkan kelolaan emas tersebut setara dengan kira-kira Rp350 triliun berdasarkan kalkulasi harga emas yang dipakai perseroan.
“Kami saat ini kelolaan, sebagaimana pengelolaan emas di Bullion Bank ini, sebagaimana yang disampaikan juga oleh Pak Presiden kan beberapa waktu lalu, kami sudah lebih dari 153 ton. Mungkin equivalent dengan harga emas Rp2,6 juta mungkin sudah setara Rp350 triliun,” ujar Eka saat ditemui usai acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Eka menganggap, kelolaan itu bersumber dari beberapa produk Bullion Bank, diantaranya deposito emas, cicilan emas, tabungan emas, jual beli emas, dan jasa penyimpanan atau vaulting.
Dari layanan tersebut, cicilan emas jadi penyumbang paling besar pada total kelolaan.
Sementara tingginya kelolaan emas didorong oleh melonjaknya ketertarikan warga pada transaksi emas.
Dari tahun kemarin sampai awal 2026, warga menaikkan kegiatan belanja, mulai dari aksi beli emas, tabungan emas, hingga cicilan emas.
“Kami tahu bahwa sejak tahun lalu sampai dengan awal tahun itu pergerakan harga emas tinggi banget. Sehingga ini memancing animo masyarakat untuk mau melakukan transaksi di bidang emas. Baik itu pembelian emas, tabungan emas, cicilan emas, itu memang semua terjadi lonjakan yang signifikan,” ujarnya.
Dampaknya, kenaikan permintaan yang berlangsung sejak Januari hingga Mei 2026 itu menjadikan target kelolaan emas yang tadinya dipatok 110 ton sudah terlampaui sebelum penutupan tahun.
“Sebetulnya ini sudah melewati target akhir tahun kami. Jadi target kami itu untuk di emas ini kami di 110 ton. Tapi, kami itu sudah sampai 153 ton. Artinya memang terjadi lompatan di awal tahun ini,” kata Eka.