Kepercayaan Dolar AS Merosot Kurs Rupiah Menguat Sangat Tinggi Hari Ini
JAKARTA - Kurs rupiah menanjak beriringan dengan mayoritas valuta Asia. Pada Kamis (20/8), kurs rupiah di pasar spot merangkak naik Rp 92 atau 0,52% menuju Rp 17.748 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs rupiah Jisdor merangkak naik Rp 65 atau 0,36% menuju Rp 17.779 per dolar AS.
Nilai rupiah menanjak dalam dua hari beruntun setelah Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan BI Rate tetap di level 5,75%.
Imbal balik obligasi Indonesia tenor 5 tahun merosot ke posisi paling rendah dalam kurun waktu lebih dari dua bulan usai penetapan BI Rate.
Plt Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang saat ini juga menjadi calon tunggal, kembali menegaskan bahwa kebijakan moneter akan terus berfokus pada mata uang dan memperluas skema insentif lindung nilai untuk menarik lebih banyak arus masuk dana.
Rupiah memimpin peningkatan valuta Asia.
Di samping rupiah, lonjakan pun dialami oleh ringgit Malaysia sejumlah 0,39%.
Peso Filipina menanjak 0,26%.
Baht Thailand menanjak 0,21%.
Yuan China menanjak 0,13%.
Rupee India menanjak 0,06%.
Dolar Taiwan menanjak 0,05%.
Dolar Singapura menanjak 0,04%.
Tiga valuta Asia melorot pada perdagangan hari ini.
Won Korea melorot 0,42%.
Yen Jepang melorot 0,09%.
Dolar Hong Kong melorot 0,03%.
Indeks dolar yang merefleksikan nilai tukar dolar AS terhadap valuta utama dunia merosot 0,22% ke level 98,62.
Penyusutan dua hari terakhir menyebabakan indeks dolar berada pada bawah angka 99.
Penyusutan dolar AS yang terjadi akhir-akhir ini dipicu oleh efek campur tangan pemerintah untuk menekan kenaikan biaya bunga AS.
Para pelaku pasar menilai aksi tersebut sebagai titik balik.
Pemerintah AS mengambil peran yang lebih aktif untuk menjaga biaya pinjaman agar bertahan rendah.
Upaya dalam menekan imbal balik jangka panjang yang sebelumnya menyentuh posisi tertinggi selama beberapa tahun terakhir, memantik kekhawatiran bahwa kebijakan AS bisa melemahkan keyakinan pada dolar dan mendorong investor melirik alternatif investasi lain.