Pengolahan Limbah Uang Kertas BI Raih Penghargaan IACA Award 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 20 Agustus 2026
Pengolahan Limbah Uang Kertas BI Raih Penghargaan IACA Award 2026
Pengolahan Limbah Uang Kertas (FOTO: NET)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menerjemahkan konsep ekonomi sirkular lewat pemrosesan limbah uang tidak layak edar menjadi kreasi bernilai tambah.

Upaya ini dipraktikkan demi menciptakan nilai baru bersamaan dengan menyokong kelestarian lingkungan, seperti dipublikasikan dari Sumbernya.

Bank sentral menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna merubah limbah uang kertas menjadi cenderamata.

Bukan hanya itu, BI bermitra bersama perusahaan pemrosesan energi demi mengfungsikan limbah racik uang sebagai pendorong tambahan sumber energi listrik dan konsumsi industri.

Hingga saat ini, sebanyak 72% limbah racik uang kertas telah berhasil diolah.

BI menyasar seluruh limbah racik uang dapat diproses secara sirkuler sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang guna menghadirkan faedah nyata bagi lingkungan dan perekonomian.

Tuntutan kelestarian lingkungan atau environmental sustainability kini menjadi komponen penting pada tata kelola uang tunai.

Evolusi pengelolaan uang Rupiah tidak lagi cuma pemusnahan secara konvensional, melainkan pemanfaatan kembali secara produktif.

"Pengelolaan Rupiah tidak berhenti ketika uang tidak lagi layak edar. Ketika uang tidak lagi layak edar, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana memusnahkannya, tetapi bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali.

Pembaruan ramah lingkungan diterapkan Bank Indonesia di seluruh tahapan, mulai dari pencetakan, pengedaran, sampai pemusnahan uang Rupiah.

Gara-gara gebrakan tersebut, BI berhasil memenangkan penghargaan internasional IACA Award 2026.

Inovasi pengelolaan uang berbasis keberlanjutan juga ditempuh oleh otoritas moneter lain pada area regional.

Bank Negara Malaysia (BNM) turut mengolah limbah racik uang menjadi bermacam produk bernilai.

Sedangkan Bank of Thailand memilih bahan kertas yang lebih awet guna memperpanjang durasi edar uang serta menekan angka pencetakan ulang.

Rekam jejak berbagai negara tersebut menjadi topik utama dalam forum dialog internasional BRIDGE 2026 di Istora Senayan, Jakarta (13/8/2026).

Ajang yang dihimpun Bank Indonesia sebagai bagian dari FERBI 2026 ini dihadiri bank sentral India, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Papua Nugini, bersama pelaku industri uang tunai global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua