Jaga Kredibilitas Fiskal, Target Defisit APBN 2027 Turun ke 2,40% PDB

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Kamis, 20 Agustus 2026
Jaga Kredibilitas Fiskal, Target Defisit APBN 2027 Turun ke 2,40% PDB
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Ferry Ardianto, (FOTO : NET)

JAKARTA - Pemerintah menetapkan sasaran defisit anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2027 berada pada kisaran Rp671,12 triliun.

Jumlah tersebut sebanding dengan 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Langkah ini memperlihatkan konsistensi dalam mengelola risiko finansial negara secara terukur.

Penetapan besaran defisit tersebut mencatatkan penurunan drastis bila dibandingkan outlook APBN tahun 2026 yang bertengger di posisi 2,80 persen dari PDB.

Penyusutan ini mencerminkan ikhtiar konsolidasi fiskal yang terarah demi memperkuat ruang gerak perekonomian nasional pada kurun mendatang.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Ferry Ardianto, menautkan bahwa penekanan nominal defisit ini merupakan taktik terencana guna menjamin APBN tetap tepercaya.

Kebijakan tersebut diputuskan tanpa mengorbankan peran APBN selaku penyokong utama pembangunan nasional.

"Pemerintah bicara pemilihan anggaran tahun 2027 adalah semangat defisit dan pembiayaan pembiayaan dalam kapasitas yang aman dan sustainable," ujar Ferry Ardianto dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ferry memaparkan, bahwa tata kelola pembiayaan utang pada tahun anggaran 2027 bakal difokuskan sebagai taktik antisipasi lewat manajemen kas serta utang yang aktif.

Metode tersebut dirancang supaya pemerintah memiliki daya tahan tinggi saat menghadapi dinamika ekonomi dunia.

"Pemilihan utang sebagai langkah antisipatif dan active cash and debt management. Ada yang paling penting peranan special mission critical, the right move, and sovereign welfare," lanjut Ferry menegaskan kehati-hatian dalam strategi pembiayaan.

Lebih jauh, Ferry mengutarakan bahwa sarana pembiayaan tidak semata bergantung pada instrumen konvensional.

Pemerintah turut membuka peluang saluran pembiayaan yang lebih fleksibel dan sigap terhadap pergeseran ekonomi nasional maupun global.

"Kami juga meletakkan konseks hal sebagai platform untuk mitigasi ketidakpastian. Ada juga pertandingan akses pembiayaa terutama melalui fasilitas-fasilitas digitalitas penjaga rumah hal dan memperkuat keperluan fiskal," tutur Ferry.

Pemerintah berharap supaya pembiayaan defisit anggaran ini tidak cuma memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi sanggup menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkesinambungan serta bermutu tinggi.

"Kami berharap pembiayaan defisit anggaran ini akan dilakukan secara prudent, inovatif, dan berlanjutan melalui pengeluaran utang yang hati-hati serta diversifikasi sumber pembiayaan," ungkap Ferry mengakhiri penjelasannya.

Taktik pengelolaan defisit ini sejalan dengan arahan Kepala Negara yang menekankan bahwa APBN bukan sekadar berkas administratif tahunan.

APBN difungsikan sebagai sarana strategis untuk melindungi rakyat sekaligus memperkuat pondasi pembangunan nasional.

Dengan postur defisit yang jauh lebih kecil, pemerintah optimistis dapat menjaga kestabilan pasar keuangan dalam negeri.

Langkah ini pun diharapkan sanggup menguatkan keyakinan investor atas prospek perekonomian Indonesia di kancah internasional.

Usaha efisiensi serta peningkatan mutu pengeluaran akan terus diperkuat supaya target penekanan defisit ini sanggup tercapai tanpa mengganggu pendanaan agenda-agenda prioritas warga.

Melalui tatanan fiskal yang cermat dan sigap ini, RAPBN 2027 diharapkan menjadi pijakan kokoh guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta mewujudkan kesejahteraan warga yang lebih cepat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua