Aktivitas Seluruh Bandara Flores Berjalan Normal Pasca Gempa Mengguncang

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 19 Agustus 2026
Aktivitas Seluruh Bandara Flores Berjalan Normal Pasca Gempa Mengguncang
Aktivitas Seluruh Bandara Flores Berjalan Normal (FOTO: NET)

JAKARTA - Otoritas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan aktivitas operasional penerbangan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan tanpa kendala. Penanganan khusus diterapkan secara terbatas di beberapa area yang dianggap berisiko tinggi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara dari Sumbernya, Lukman F. Laisa menyatakan tidak ada penghentian operasional lapangan terbang akibat guncangan gempa. Semua bandar udara sanggup melayani lalu lintas penerbangan, termasuk angkutan untuk mendukung pergerakan warga, bantuan kemanusiaan, penyaluran logistik, serta keperluan penanggulangan pascabencana.

"Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Terhadap area-area yang berpotensi memiliki risiko, kami melakukan mitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan,” tutur Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Dari hasil pemantauan pihak dari Sumbernya, ditemukan beberapa titik kerusakan pada struktur plafon terminal, gedung kantor, menara kontrol, hingga sarana penunjang di sejumlah lapangan terbang. Keadaan tersebut langsung diperbaiki sehingga proses operasional udara dapat berjalan lancar.

"Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama," ucap dia mempertegas.

Lukman memaparkan, entitas penerbangan memiliki wewenang penuh dalam menggelar evaluasi operasional serta penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

"Termasuk apabila hasil assessment internal menunjukkan perlunya penundaan atau pembatalan penerbangan untuk memastikan keselamatan,” imbuh dia.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, AirNav Indonesia, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah terus melangsungkan pemantauan dan koordinasi secara intensif demi menjaga keselamatan maskapai sekaligus kesiapan fasilitas bandara dalam memfasilitasi kebutuhan publik dan penanganan efek gempa.

Dampak kerusakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, ditemukan di area plafon terminal serta stasiun pemadam, retakan dinding gedung administrasi, hingga retak memanjang di area fillet Taxiway A. Langkah pembersihan terminal sudah dikerjakan dan operasional penerbangan tetap berlangsung normal, serta menara kontrol saat ini sudah berfungsi secara normal. Pada fase awal penanganan, layanan komunikasi udara sempat disokong perangkat VHF-A/G portable dari luar menara.

Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, mengalami dampak kerusakan di area plafon terminal serta retakan di tembok gedung PKP-PK dan struktur menara. Pembersihan kawasan terminal sudah dikerjakan dan layanan penerbangan disokong lewat skema contingency plan dengan memindahkan saluran komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK. Operasional penerbangan tetap berjalan dengan memprioritaskan faktor keselamatan.

Di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, terdapat kerusakan di area dinding kaca pembatas gedung terminal lantai 2. Keadaan tersebut sedang dilakukan pembenahan konstruksi kembali serta diantisipasi lewat pengamanan dan pembatasan pergerakan di area yang berisiko bagi para calon penumpang. Sementara itu, operasional bandar udara serta navigasi penerbangan tetap berlangsung lancar dan seluruh penerbangan sanggup beroperasi sebagaimana mestinya.

Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, mendapati kerusakan di komponen arsitektur ACP terminal, plafon ruang kantor/rapat, tembok PKP-PK, serta menara. Pembersihan area terminal dan pemantauan konstruksi lanjutan terus dikerjakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bagian sisi udara tetap aman dan siap dipakai untuk melayani penerbangan.

Di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, ditemukan kerusakan kategori ringan pada bagian plafon dan kaca terminal lantai 2. Bagian luar, mencakup runway dan apron, berada dalam keadaan aman. Lapangan terbang tetap beroperasi dan ikut mendukung pergerakan logistik bantuan serta mobilisasi pejabat negara, termasuk mendukung penerbangan Presiden Republik Indonesia beserta jajaran TNI/Polri.

Di Bandara Soa Bajawa, terdapat kerusakan pada plafon dan bagian kaca terminal serta retakan di dinding/kolom beberapa bangunan. Dijumpai pula retakan memanjang di area runway.

Langkah mitigasi ditempuh lewat pembersihan puing, pengamanan alat kerja, pemanfaatan VHF-A/G portable, serta penempatan armada PKP-PK di luar area gedung sebagai langkah antisipasi terhadap risiko munculnya gempa susulan. Layanan penerbangan tetap berjalan dengan memberlakukan skema pembatasan akses di titik tertentu yang memiliki risiko.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua