Filipina Naikkan Pajak Vape dan Soft Drink Demi Tekan Defisit Negara
JAKARTA - Filipina berniat memungut pajak yang lebih tinggi terhadap barang-barang yang menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk minuman ringan (soft drink), rokok elektrik (e-cigarette), serta minuman beralkohol.
Pemungutan pajak lebih besar ditujukan lebih dari sekadar menutup berkurangnya pendapatan negara akibat aturan pro-konsumen Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Langkah-langkah tersebut juga bertujuan buat mengembalikan penerimaan negara yang akan lenyap akibat usulan aturan pro-konsumen Presiden Marcos, yang antara lain mencakup peningkatan batas pendapatan yang dapat dibawa pulang (take-home pay) dan tidak dikenakan pajak oleh pemerintah.
Departemen Keuangan menaksir peningkatan pajak tersebut bakal menciptakan tambahan pendapatan negara rata-rata sebesar 48 miliar peso (sekitar US$ 785 juta) saban tahun selama empat tahun ke depan, usai dipotong potensi kehilangan pendapatan akibat pemberian keringanan pajak.
Melansir dari Sumbernya, Selasa (4/8/2026), Hal itu diutarakan Wakil Menteri Keuangan Karlo Adriano kepada para anggota parlemen.
Presiden Marcos mendorong bermacam aturan keringanan bagi masyarakat sebab rumah tangga—yang menjadi pendorong utama ekonomi berbasis konsumsi di Filipina—tertekan tingginya harga barang akibat gangguan pasokan energi yang dipicu oleh perang Iran.
Sebelumnya, para pengamat telah mengingatkan adanya risiko terhadap kesehatan fiskal negara apabila aturan-aturan tersebut tidak disertai dengan langkah-langkah yang sanggup meningkatkan penerimaan negara.
Pemerintah juga tengah mempertimbangkan peningkatan tarif pajak barang mewah dari 20% menjadi 25%, serta mulai memungut pajak atas jet pribadi.
Selain itu, pemerintah mengusulkan pajak atas produk plastik dan peningkatan cukai untuk kendaraan bermotor.
Berdasarkan perkiraan Departemen Keuangan, beragam usulan aturan yang berpotensi memangkas penerimaan negara ditaksir bakal mengakibatkan hilangnya pendapatan sekitar 81,7 miliar peso saban tahun.
Akan tetapi, rencana peningkatan pajak atas minuman berpemanis, minuman beralkohol, minuman ringan, serta barang-barang mewah ditaksir dapat menghasilkan tambahan penerimaan hingga 130 miliar peso.