Minggu, 15 Februari 2026

Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa: Pengertian, Fungsi, Tujuan & Contoh

Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa: Pengertian, Fungsi, Tujuan & Contoh
laporan laba rugi perusahaan jasa

Jakarta - Sebagai pemilik bisnis jasa, kamu pasti menyadari pentingnya mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. 

Namun, pertanyaannya adalah: sudahkah kamu secara rutin menyusun laporan laba rugi perusahaan jasa? 

Laporan ini memegang peranan penting untuk menilai apakah usahamu menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.

Baca Juga

Cara Bayar SPayLater Lewat Dana Versi Terbaru, Mudah dan Praktis!

Dalam pembahasan ini, kamu akan diajak memahami pengertian laporan laba rugi perusahaan jasa, komponen-komponen utamanya, serta cara menyusunnya dengan lebih mudah dan efisien. 

Dengan laporan yang rapi dan terstruktur, pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih profesional dan keputusan bisnis bisa diambil dengan lebih tepat.

Mengetahui dan menerapkan laporan ini secara konsisten akan membantu bisnismu tetap sehat secara finansial, sekaligus menjadi alat evaluasi yang efektif untuk pertumbuhan usaha jangka panjang.

Apa Itu Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa?

Laporan laba rugi perusahaan jasa adalah salah satu dokumen keuangan penting yang dibuat untuk menilai performa keuangan bisnis dalam periode tertentu, baik itu bulanan, kuartalan, maupun tahunan. 

Laporan ini menyajikan informasi utama berupa:

  • Jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti fee layanan atau proyek.
  • Total biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha, termasuk gaji karyawan, sewa, listrik, dan pengeluaran operasional lain.
  • Laba atau rugi bersih, yaitu hasil dari selisih antara total pendapatan dan total biaya.

Tujuan pembuatan laporan ini antara lain:

  • Menilai efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
  • Mengevaluasi keberhasilan strategi bisnis yang dijalankan.
  • Memberikan dasar keputusan keuangan bagi manajemen.
  • Menyediakan informasi objektif bagi pihak eksternal, seperti investor, bank, atau auditor, mengenai performa bisnis.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan jasa memperoleh pendapatan Rp100 juta dan mengeluarkan biaya operasional Rp70 juta, maka laporan akan menunjukkan laba bersih sebesar Rp30 juta. 

Namun, jika biaya lebih besar daripada pendapatan, perusahaan mengalami kerugian.

Berbeda dengan neraca yang menampilkan kondisi keuangan pada satu titik waktu, laporan laba rugi menitikberatkan pada aktivitas keuangan sepanjang periode tertentu.

Tujuan dan Fungsi Laporan Laba Rugi

Tujuan utama dari laporan laba rugi adalah memberikan pemahaman mengenai kondisi keuangan perusahaan, apakah perusahaan mencatat keuntungan atau justru kerugian. 

Dokumen ini sangat membantu pihak manajemen dalam merumuskan keputusan strategis, seperti penyesuaian harga produk, pengelolaan biaya operasional, atau strategi pemasaran. 

Selain itu, laporan yang jelas dan transparan juga menjadi sumber informasi penting bagi calon investor untuk menilai potensi investasi dan prospek pertumbuhan perusahaan.

1. Peran bagi Manajemen
Manajemen menggunakan laporan ini untuk mengevaluasi efektivitas operasi perusahaan serta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya dan optimalisasi kinerja.

2. Peran bagi Investor dan Pemegang Saham
Investor dan pemegang saham memanfaatkan laporan laba rugi untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, sekaligus menilai prospek pertumbuhan dan profitabilitas di masa depan.

3. Peran bagi Pihak Eksternal (Pajak, Bank, dan Lembaga Keuangan Lain)
Pihak eksternal seperti otoritas pajak, bank, dan lembaga keuangan lainnya memakai laporan ini untuk menentukan kewajiban pajak serta menilai kelayakan perusahaan dalam memperoleh pinjaman atau fasilitas finansial lainnya.

Karakteristik Laporan Laba Rugi pada Perusahaan Jasa

Berbeda dengan bisnis dagang atau manufaktur, usaha jasa tidak menawarkan produk fisik dan tidak memiliki persediaan barang. Karena itu, laporan keuangan yang mencatat laba dan rugi pada perusahaan jasa cenderung lebih sederhana, meski tetap memegang peran penting.

Ciri-ciri utama laporan laba rugi pada perusahaan jasa antara lain:

1. Tidak Ada Harga Pokok Penjualan
Usaha jasa tidak membeli barang untuk dijual kembali, sehingga tidak terdapat HPP seperti pada perusahaan dagang. Hal ini membuat laporan lebih ringkas karena tidak ada pengurangan terkait persediaan.

2. Pendapatan dan Beban Operasional sebagai Fokus
Pendapatan berasal dari layanan yang diberikan, misalnya konsultasi, pelatihan, desain, atau servis tertentu. 

Sementara itu, beban operasional mencakup seluruh biaya untuk menjalankan layanan, seperti gaji pegawai, sewa kantor, perlengkapan, hingga langganan perangkat lunak.

3. Penyusunan yang Lebih Ringkas dan Terarah
Dengan jumlah komponen yang lebih sedikit dibanding usaha dagang atau pabrik, laporan menjadi lebih mudah dianalisis dan efektif untuk menilai efisiensi biaya operasional layanan.

4. Penekanan pada Laba Operasional
Tanpa adanya biaya produksi atau stok, keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada pengelolaan biaya dan stabilitas arus kas. 

Laporan ini membantu pemilik usaha melihat seberapa efektif pengeluaran dapat dikontrol dan margin keuntungan tetap terjaga.

5. Kemungkinan Mencantumkan Beban Lain
Meskipun sederhana, laporan laba rugi masih dapat menampilkan pos tambahan seperti beban bunga pinjaman, kerugian akibat selisih kurs, atau pengeluaran tak terduga apabila relevan.

Komponen Utama Laporan Laba Rugi untuk Perusahaan Jasa

Laporan keuangan pada perusahaan jasa memiliki beberapa komponen utama yang memperlihatkan bagaimana pendapatan dan biaya dikelola selama satu periode akuntansi. Penjelasan tiap komponen adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan Usaha
Ini adalah seluruh pemasukan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan, yakni pemberian layanan atau jasa kepada klien. Pendapatan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti:

  • Biaya proyek atau kontrak kerja
  • Jasa konsultasi per jam atau paket tertentu
  • Layanan berlangganan atau retainer (misalnya untuk IT, keuangan, kebersihan)
  • Komisi atau biaya tambahan terkait layanan

Tujuan pencatatan pendapatan adalah untuk menampilkan seberapa besar pemasukan yang berhasil diperoleh dalam periode tertentu. 

Data ini sangat penting untuk menilai efektivitas strategi pemasaran dan penjualan jasa yang dijalankan perusahaan.

2. Beban Operasional
Beban operasional mencakup seluruh pengeluaran rutin yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas harian perusahaan. 

Pos ini bersifat berulang dan esensial agar operasional berjalan lancar. Contohnya meliputi:

  • Gaji dan tunjangan pegawai
  • Biaya sewa kantor atau ruang kerja
  • Tagihan listrik, air, dan internet
  • Biaya transportasi atau perjalanan dinas
  • Langganan software, alat kerja, dan perlengkapan kantor

Tujuan pencatatan beban operasional adalah untuk mengendalikan pengeluaran, menilai efisiensi biaya, serta menemukan peluang penghematan jika beban terlalu besar dibandingkan pendapatan.

3. Beban Lain-lain
Beban lain-lain adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan utama, tetapi tetap memengaruhi laba bersih. Contoh pos ini antara lain:

  • Bunga pinjaman atau cicilan kredit usaha
  • Kerugian akibat selisih kurs pada transaksi mata uang asing
  • Penalti atau denda operasional
  • Sumbangan, biaya sosial, atau kegiatan non-operasional

Tujuan mencatat beban lain-lain adalah untuk memberikan gambaran biaya tak terduga yang dapat memengaruhi keuntungan. 

Informasi ini membantu perusahaan dalam mengelola risiko dan mencegah terjadinya pengeluaran serupa di masa depan.

4. Laba atau Rugi Bersih
Angka ini menunjukkan hasil akhir, apakah bisnis memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian. Rumus sederhananya:

Pendapatan Usaha – (Beban Operasional + Beban Lain-lain) = Laba/Rugi Bersih

  • Jika hasil positif ? perusahaan memperoleh laba
  • Jika hasil negatif ? perusahaan mengalami rugi

Tujuan pencatatan laba atau rugi bersih adalah memberikan ringkasan kinerja keuangan secara menyeluruh dalam periode tertentu.

Ini menjadi indikator utama bagi manajemen untuk menilai apakah bisnis berjalan sesuai harapan atau membutuhkan perbaikan strategi.

Fungsi Laporan Laba Rugi untuk Perusahaan Jasa

Menyusun laporan keuangan yang mencatat selisih antara pendapatan dan biaya bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga langkah penting agar perusahaan yang bergerak di bidang layanan dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang. 

Beberapa manfaat utama dari laporan ini antara lain:

1. Memantau Perkembangan Keuangan Secara Berkala
Laporan tersebut memberikan gambaran tren pendapatan dan pengeluaran setiap bulan. Hal ini membantu pemilik usaha mengetahui apakah bisnis terus mengalami pertumbuhan, tetap stabil, atau justru menurun.

2. Menemukan Pengeluaran yang Bisa Diminimalkan
Dengan meninjau secara rinci biaya operasional, pemilik dapat mengevaluasi pengeluaran mana yang tidak perlu, terlalu tinggi, atau berpotensi dinegosiasikan kembali, seperti biaya sewa atau langganan layanan digital.

3. Mengevaluasi Efisiensi Layanan atau Proyek
Jika perusahaan menawarkan berbagai layanan atau proyek, laporan ini berguna untuk mengetahui mana yang paling menguntungkan dan mana yang memerlukan penyesuaian atau dihentikan demi efisiensi.

4. Mendukung Perencanaan Strategi dan Anggaran
Dengan memahami posisi laba atau rugi serta struktur biaya, pemilik usaha dapat merancang langkah ke depan, misalnya menambah promosi, menekan biaya, atau menambah sumber daya manusia sesuai kebutuhan.

5. Menjadi Dokumen Resmi untuk Pajak, Pinjaman, dan Kerja Sama
Laporan ini juga sering diperlukan dalam berbagai konteks resmi, seperti:

  • Mengajukan kredit atau pinjaman ke bank dan lembaga keuangan lainnya
  • Menyusun laporan pajak tahunan
  • Menarik investor atau menjalin kemitraan bisnis
  • Proses audit internal maupun eksternal

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Secara Otomatis

Di banyak bisnis jasa, pencatatan keuangan sering masih dilakukan secara manual, entah itu di buku catatan, spreadsheet seperti Excel, atau bahkan hanya mengandalkan ingatan pemilik usaha. 

Cara ini rawan kesalahan, mudah lupa, dan memakan waktu lama, terutama saat harus menyusun laporan keuangan seperti laba rugi.

Untuk membuat proses lebih cepat dan hasil lebih akurat, pemilik usaha dapat memanfaatkan sistem pencatatan otomatis melalui software akuntansi. Berikut tahapan yang bisa dilakukan:

1. Mengumpulkan Semua Transaksi Keuangan
Langkah pertama adalah memastikan seluruh transaksi usaha tercatat dengan lengkap, termasuk:

  • Pendapatan dari layanan, misalnya biaya proyek, langganan, atau komisi
  • Pengeluaran operasional, seperti gaji, sewa, listrik, internet, dan bahan habis pakai
  • Beban tambahan, contohnya bunga pinjaman, biaya administrasi bank, atau denda

Semakin lengkap pencatatan transaksi, semakin akurat laporan yang dihasilkan. Jika software sudah digunakan sejak awal, data transaksi akan tersimpan otomatis di sistem.

2. Membagi Transaksi ke Kategori Akun
Setiap transaksi perlu dikelompokkan ke akun yang sesuai. Sistem akuntansi biasanya menyediakan daftar akun standar (chart of accounts), misalnya:

  • Pendapatan layanan
  • Beban operasional (gaji, sewa, listrik, dan lain-lain)
  • Beban lain-lain (bunga pinjaman, denda keterlambatan, biaya administrasi)

Pengelompokan ini memudahkan sistem menyusun laporan sesuai struktur akuntansi yang benar. Jika kategori salah, laporan bisa menyesatkan.

3. Menggunakan Software Akuntansi seperti Accurate Online
Setelah semua transaksi lengkap dan terkategorisasi, data bisa dimasukkan atau diimpor ke software akuntansi. Accurate Online menawarkan beberapa keunggulan:

  • Menyusun jurnal transaksi secara otomatis tanpa perlu menguasai akuntansi
  • Menyediakan template laporan laba rugi sesuai standar
  • Transaksi harian otomatis masuk ke laporan keuangan
  • Menghilangkan kebutuhan membuat rumus manual

4. Memilih Periode dan Melihat Laporan
Setelah data terkumpul, pemilik usaha cukup memilih periode laporan (bulanan, kuartal, atau tahunan) dan jenis laporan (laba rugi). Software kemudian akan menampilkan laporan secara otomatis, meliputi:

  • Total pendapatan
  • Rincian seluruh beban
  • Laba atau rugi bersih
  • Opsi untuk mengunduh laporan dalam format PDF, Excel, atau langsung dicetak

Contoh Laporan Laba Rugi untuk Perusahaan Jasa

Laporan Laba Rugi Bentuk Tunggal

Dalam format ini, seluruh pos pendapatan dan biaya dicatat dalam satu daftar saja, tanpa pemisahan antara pendapatan yang berasal dari operasional dan yang bersifat non-operasional.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa – Single Step

Keterangan

Jumlah (Rp)

Pendapatan Jasa1.500.000
Beban Pokok Pendapatan400
Laba Kotor1.100.000
Beban Operasional500
Laba Operasional600
Beban Lain-lain50
Laba Sebelum Pajak550
Pajak Penghasilan110
Laba Bersih440

Format ini menampilkan semua pendapatan dan biaya sekaligus, sehingga tidak ada pemisahan antara pendapatan operasional dan non-operasional.

Laporan Laba Rugi Bentuk Bertahap (Multiple Step)

Format ini membedakan antara pendapatan operasional dan non-operasional serta menghitung laba kotor terlebih dahulu.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa – Multiple Step

Keterangan

Jumlah (Rp)

Pendapatan Jasa1.500.000
Beban Pokok Pendapatan400
Laba Kotor1.100.000
Beban Penjualan & Pemasaran300
Beban Administrasi & Umum200
Laba Operasional600
Pendapatan Lain-lain60
Beban Lain-lain50
Laba Sebelum Pajak610
Pajak Penghasilan120
Laba Bersih490

Dengan struktur ini, perusahaan dapat melihat lebih jelas kontribusi masing-masing pendapatan dan beban terhadap laba akhir.

Laporan Laba Rugi dengan Penghasilan Komprehensif

Jenis laporan ini tidak hanya menampilkan laba bersih, tetapi juga perubahan lain yang memengaruhi ekuitas, seperti keuntungan atau kerugian atas aset yang belum terealisasi.

Contoh Laporan Laba Rugi – Penghasilan Komprehensif

Keterangan

Jumlah (Rp)

Laba Bersih490
Pendapatan (Kerugian) Aktiva yang Belum Terealisasi20
Total Penghasilan Komprehensif510

Laporan ini memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perubahan nilai yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan.

Laporan Laba Rugi Berdasarkan Fungsi

Format ini mengelompokkan pendapatan dan beban sesuai dengan fungsi masing-masing dalam perusahaan, misalnya penjualan, operasional, dan pengembangan bisnis.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa – Berdasarkan Fungsi

Keterangan

Jumlah (Rp)

Pendapatan Jasa1.500.000
Beban Penjualan200
Beban Umum & Administrasi300
Beban Pengembangan Bisnis100
Laba Operasional900
Beban Lain-lain50
Laba Sebelum Pajak850
Pajak Penghasilan170
Laba Bersih680

Dengan laporan berbasis fungsi, perusahaan dapat mengevaluasi kinerja tiap departemen dan mengidentifikasi area yang membutuhkan pengelolaan biaya lebih efektif.

Sebagai penutup, memahami komponen dan fungsi setiap bagian sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dari laporan laba rugi perusahaan jasa.

Enday Prasetyo

Enday Prasetyo

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

CV Perusahaan Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan, Ciri dan Contohnya

CV Perusahaan Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan, Ciri dan Contohnya

Prabowo Tegaskan Defisit APBN 2026 Tetap Aman dan Terkendali Maksimal

Prabowo Tegaskan Defisit APBN 2026 Tetap Aman dan Terkendali Maksimal

Pembayaran Klaim Jadi Faktor Penentu Reputasi dan Fundamental Industri Asuransi

Pembayaran Klaim Jadi Faktor Penentu Reputasi dan Fundamental Industri Asuransi

Purbaya Salurkan Klaim Rp200 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Purbaya Salurkan Klaim Rp200 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

BEI Dorong Reformasi Free Float untuk Ciptakan Pasar Saham Stabil

BEI Dorong Reformasi Free Float untuk Ciptakan Pasar Saham Stabil