JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memanfaatkan gejolak pasar sebagai momentum untuk melakukan reformasi struktural yang lebih transparan.
Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan bahwa kondisi turbulensi pasar dapat menjadi dorongan memperkuat fondasi bursa. Tujuannya adalah menciptakan pasar modal yang lebih dalam dan efisien bagi seluruh investor.
Sejak evaluasi MSCI terkait status Indonesia, BEI melakukan serangkaian diskusi lanjutan untuk memastikan langkah perbaikan yang tepat. Bursa menyampaikan proposal reformasi tidak hanya ke MSCI, tetapi juga kepada FTSE Russell. Pendekatan ini menunjukkan komitmen BEI menjaga kepercayaan investor sekaligus menyesuaikan regulasi agar lebih adaptif.
Baca JugaCV Perusahaan Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan, Ciri dan Contohnya
Kebijakan reformasi fokus pada peningkatan keterbukaan, pemetaan investor, penyesuaian free float, dan identifikasi konsentrasi saham.
Langkah ini bertujuan memperkuat transparansi, menyeimbangkan supply-demand, dan meningkatkan kualitas pasar. Dengan strategi ini, BEI berupaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar.
Langkah Strategis Peningkatan Free Float
Jeffrey menjelaskan empat langkah utama untuk meningkatkan free float dan keterbukaan pasar. Pertama, pengungkapan nama pemegang saham di atas 1% agar investor dapat memahami struktur kepemilikan. Kedua, penyajian data investor lebih detail, dari sembilan tipe menjadi 28 sub-tipe, khususnya untuk kategori korporasi dan lainnya.
Ketiga, penyesuaian ketentuan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% agar pasar lebih likuid. Keempat, penerbitan daftar shareholders concentration untuk mengetahui saham dengan kepemilikan terkonsentrasi.
Meskipun 268 dari 956 emiten masih di bawah batas 15%, sekitar 49 perusahaan mewakili 90% kapitalisasi pasar, menunjukkan fokus pada efek yang lebih besar.
BEI membuka ruang diskusi dengan emiten untuk mengatur penambahan saham beredar. “Kami menyediakan konteks agar perusahaan tercatat bisa berdiskusi dengan kami mengenai timing yang disesuaikan dengan kondisi pasar, supaya penambahan free float tetap menjaga keseimbangan supply dan demand,” ujar Jeffrey.
Strategi ini memastikan proses peningkatan free float tidak menimbulkan volatilitas yang berlebihan.
Daya Serap Pasar dan Aktivitas Investor
Dari sisi permintaan, Jeffrey menilai pasar menunjukkan daya serap yang cukup kuat. Jumlah investor ritel kini mencapai 21 juta dengan tambahan 1,3 juta investor baru sejak awal tahun. Aktivitas perdagangan pun menunjukkan tren positif, dengan rata-rata transaksi harian sekitar Rp32 triliun, di mana kontribusi ritel mencapai 52%.
Investor asing berkontribusi sekitar 30%, sedangkan sisanya berasal dari institusi domestik. Tren ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki basis investor yang luas dan aktif. Kekuatan pasar ini menjadi landasan bagi BEI untuk melanjutkan reformasi free float dan meningkatkan kualitas perdagangan.
Selain volume transaksi, BEI juga menekankan kualitas IPO sebagai bagian dari strategi penguatan pasar. Persyaratan calon emiten diperketat untuk meningkatkan kualitas perusahaan yang melantai. Pendekatan ini memastikan pasar tidak hanya berkembang kuantitatif, tetapi juga secara fundamental, menciptakan ekosistem yang lebih sehat.
Pandangan Analis dan Fundamentalisme Pasar
Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menekankan bahwa pelemahan pasar lebih dipicu isu regulasi dan kepercayaan daripada fundamental ekonomi.
“Secara fundamental, market kita sudah cukup murah. Kalau komunikasi dan reformasi berjalan baik, seharusnya ada ruang rebound yang signifikan,” katanya. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap stabil di kisaran 5,2%–5,3%.
Dari sisi valuasi, IHSG berada di bawah level 7.000 dengan price to earnings ratio (PER) 15–16 kali dan price to book value (PBV) sekitar 2x. Level ini relatif lebih rendah dibanding beberapa bursa global yang memiliki PER 30–50 kali dan PBV 3–5x. Hal ini menunjukkan potensi upside bagi investor, terutama jika reformasi free float dan keterbukaan pasar berjalan efektif.
Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dukungan ini diharapkan dapat mengimbangi faktor musiman yang biasanya muncul di kuartal pertama. Dengan kombinasi reformasi, komunikasi transparan, dan dukungan kebijakan, pasar modal diyakini mampu tumbuh lebih stabil.
Transparansi dan Reformasi Sebagai Kunci Kepercayaan
Peningkatan keterbukaan dan free float diharapkan menjadi kunci utama memperkuat kepercayaan investor. BEI menekankan bahwa reformasi bukan hanya soal angka, tetapi juga soal transparansi dan tata kelola yang baik. Langkah-langkah strategis ini membuat emiten, investor ritel, maupun institusi dapat merencanakan langkah dengan lebih pasti.
Diskusi terbuka dengan emiten menjadi mekanisme penting agar perubahan free float berjalan berimbang. Dengan pengaturan timing yang tepat, stabilitas pasar tetap terjaga meski ada penambahan saham beredar. Hal ini juga mencerminkan bahwa BEI menempatkan keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan investor sebagai prioritas.
Ke depan, kombinasi antara kualitas emiten, keterbukaan pasar, dan reformasi free float diyakini mampu mendorong IHSG lebih resilient. Investor akan mendapat jaminan keamanan sekaligus peluang pertumbuhan yang lebih tinggi. Reformasi ini menegaskan bahwa pasar modal Indonesia semakin adaptif, transparan, dan siap menghadapi tantangan global.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Pembayaran Klaim Jadi Faktor Penentu Reputasi dan Fundamental Industri Asuransi
- Jumat, 13 Februari 2026
Purbaya Salurkan Klaim Rp200 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- Jumat, 13 Februari 2026
OJK Dorong Literasi Keuangan Nasional untuk Capai Target Tertinggi 2026
- Jumat, 13 Februari 2026
OJK Fokus Dorong RUU Ekonomi Syariah untuk Penguatan Industri Terpadu
- Jumat, 13 Februari 2026
Bank Indonesia Siapkan Layanan Penukaran Uang Lebaran 2026 Secara Optimal
- Jumat, 13 Februari 2026












