Sabtu, 14 Februari 2026

Purbaya Salurkan Klaim Rp200 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Purbaya Salurkan Klaim Rp200 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Purbaya Salurkan Klaim Rp200 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan suntikan likuiditas sebesar Rp200 triliun ke perbankan menjadi titik balik pemulihan ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa perekonomian Indonesia relatif tahan terhadap gejolak global karena 90% pertumbuhan berasal dari permintaan domestik. Dengan pendekatan ini, Purbaya optimistis meski tekanan global meningkat, ekonomi tetap mampu bertumbuh positif.

"Ada hitung-hitungannya. Jadi kalau saya fokus jalankan yang 90%, kalau yang 10% jatuh pun, ekonomi kita masih bisa bagus," ujar Purbaya. 

Baca Juga

CV Perusahaan Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan, Ciri dan Contohnya

Pernyataan ini disampaikan dalam forum ekonomi syariah untuk menegaskan strategi penguatan ekonomi domestik. Fokus pada demand domestik menjadi kunci agar pertumbuhan tidak tergantung pada fluktuasi global.

Pendekatan Purbaya menekankan peran penting kebijakan fiskal dan moneter dalam mendorong pertumbuhan. Pemerintah sengaja menyesuaikan belanja dan likuiditas agar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Langkah ini diyakini mampu menahan perlambatan yang timbul dari kondisi global maupun domestik.

Penyebab Perlambatan Ekonomi

Purbaya menjelaskan perlambatan ekonomi beberapa bulan terakhir bukan semata akibat faktor global. Menurutnya, kebijakan domestik yang terlalu ketat turut memperlambat laju pertumbuhan. Belanja fiskal berjalan lambat sementara likuiditas moneter terbatas, sehingga pertumbuhan uang beredar tidak optimal.

Ia menyoroti klaim ample liquidity yang kerap disampaikan Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan. Klaim tersebut menurutnya tidak sepenuhnya tercermin dalam aktivitas ekonomi nyata. Hal ini menunjukkan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan.

Mengacu pada pendekatan Milton Friedman, Purbaya menekankan pertumbuhan base money (M0) sebagai indikator utama. Sebelum 2023, pertumbuhan uang primer hampir nol dan kembali ditekan pada April hingga Agustus 2025. Penurunan pertumbuhan ini secara langsung berdampak pada perlambatan ekonomi domestik.

Suntikan Likuiditas Rp200 Triliun

Untuk membalik kondisi tersebut, Purbaya menempatkan dana pemerintah senilai Rp200 triliun ke lima bank pelat merah. Penempatan dilakukan pada 12 September 2025 dengan rincian Rp55 triliun masing-masing untuk Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Sementara itu, BTN menerima Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia Rp10 triliun untuk meningkatkan likuiditas di pasar.

"Orang bilang, 'Oh itu nggak ada dampaknya.' Tapi itu yang membalik arah ekonomi kita. Laju pertumbuhan uang saya buat double digit lagi, artinya ekonomi kita biarkan tumbuh lagi," jelasnya. 

Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan demand domestik tetap tinggi. Suntikan dana tersebut menjadi instrumen strategis untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Purbaya menambahkan bahwa efek positif sudah mulai terlihat di beberapa sektor. Penjualan mobil dan sepeda motor kembali tumbuh setelah bertahun-tahun mengalami tekanan. Aktivitas manufaktur juga menunjukkan tanda pemulihan yang konsisten, seiring meningkatnya permintaan domestik.

Indikator Pemulihan Ekonomi

Purbaya mengungkapkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur kembali menembus level ekspansi di atas 50. S&P Global mencatat PMI Indonesia pada Januari 2026 berada di angka 52,6, naik dari Desember 2025 yang sebesar 51,2. PMI di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada pada fase ekspansi, menandakan optimisme industri meningkat.

Aktivitas manufaktur Indonesia telah berada di area ekspansi selama enam bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter mulai berdampak positif pada sektor riil. Pertumbuhan industri diharapkan mampu menopang sektor lainnya sehingga efek multiplier terhadap perekonomian makin kuat.

Purbaya menekankan pentingnya koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter. Instrumen yang ada harus dimanfaatkan untuk memastikan demand domestik tetap tumbuh. Strategi ini sekaligus menepis pandangan bahwa suntikan likuiditas atau kebijakan fiskal tidak efektif saat ekonomi sedang lesu.

Dampak Positif dan Strategi Ke Depan

Menurut Purbaya, suntikan likuiditas bukan sekadar angka, tetapi langkah konkret untuk memulihkan ekonomi. Pemulihan terlihat dari penjualan kendaraan, aktivitas manufaktur, dan meningkatnya permintaan domestik. Hal ini menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan moneter dapat bekerja sinergis untuk mendukung pertumbuhan.

Ke depan, Purbaya berencana terus memantau pertumbuhan uang beredar dan efektivitas belanja pemerintah. Strategi ini bertujuan untuk memastikan ekonomi tetap berada pada jalur ekspansi yang stabil. Komitmen ini juga menjadi langkah preventif menghadapi potensi perlambatan di masa mendatang.

Langkah-langkah yang diambil Purbaya menunjukkan pentingnya pengelolaan likuiditas dan kebijakan fiskal yang tepat. Dengan demikian, pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil. 

Pemulihan ekonomi nasional diharapkan tetap berlanjut, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dan investor terhadap kebijakan pemerintah.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pembayaran Klaim Jadi Faktor Penentu Reputasi dan Fundamental Industri Asuransi

Pembayaran Klaim Jadi Faktor Penentu Reputasi dan Fundamental Industri Asuransi

BEI Dorong Reformasi Free Float untuk Ciptakan Pasar Saham Stabil

BEI Dorong Reformasi Free Float untuk Ciptakan Pasar Saham Stabil

OJK Dorong Literasi Keuangan Nasional untuk Capai Target Tertinggi 2026

OJK Dorong Literasi Keuangan Nasional untuk Capai Target Tertinggi 2026

OJK Fokus Dorong RUU Ekonomi Syariah untuk Penguatan Industri Terpadu

OJK Fokus Dorong RUU Ekonomi Syariah untuk Penguatan Industri Terpadu

Bank Indonesia Siapkan Layanan Penukaran Uang Lebaran 2026 Secara Optimal

Bank Indonesia Siapkan Layanan Penukaran Uang Lebaran 2026 Secara Optimal