Proyek Dermaga PSN Wanam Segera Beroperasi Perkuat Sistem Logistik Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Pembangunan Dermaga Jetty Multipurpose di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan kini memasuki fase akhir.
Progres fisik proyek ini telah mencapai 93 persen dan menunjukkan kesiapan untuk segera difungsikan. Infrastruktur ini dirancang sebagai simpul penting dalam penguatan rantai logistik nasional.
Dermaga tersebut memiliki kapasitas hingga 50.000 deadweight tonnage yang memungkinkan sandar kapal berukuran besar. Keberadaan fasilitas ini akan memperlancar distribusi alat berat dan sarana pendukung produksi pertanian. Operasional fungsional direncanakan dimulai pada pekan keempat Maret 2026.
Baca JugaPertamina Tambah Pasokan Gas LPG 3 Kg di Bone Dukung Kebutuhan Masyarakat
Pembangunan Dermaga Logistik PSN Wanam Capai 93%, Siap Beroperasi Maret 2026 menjadi penanda penting bagi percepatan proyek strategis. Kehadiran dermaga ini diharapkan mengurangi hambatan distribusi di wilayah timur Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi awal bagi pengembangan kawasan pangan berskala besar.
Peran Kunci dalam Proyek Strategis Nasional
Dermaga Wanam diposisikan sebagai urat nadi logistik bagi Proyek Strategis Nasional pengembangan kawasan pangan di Merauke. Fungsinya sangat vital sebagai pintu masuk utama peralatan berat dan kebutuhan produksi pertanian. Seluruh aktivitas distribusi akan terpusat melalui fasilitas ini.
Target besar proyek kawasan pangan adalah pencetakan sawah seluas satu juta hektare. Tanpa dukungan dermaga yang memadai, mobilisasi alat dan material akan mengalami keterlambatan signifikan. Oleh karena itu, penyelesaian dermaga menjadi prioritas utama dalam tahapan awal proyek.
Keberadaan dermaga juga diharapkan mempercepat arus barang dari luar wilayah. Efisiensi logistik akan berdampak langsung pada jadwal pengolahan lahan dan penanaman. Dengan demikian, produktivitas kawasan pangan dapat dimulai sesuai target yang telah ditetapkan.
Tantangan Lapangan dan Kesiapan Teknis
Tim proyek memastikan bahwa secara teknis pembangunan berjalan sesuai rencana. Tantangan utama justru berasal dari kondisi alam pesisir yang tidak dapat diprediksi. Cuaca ekstrem kerap memengaruhi ritme pekerjaan di lapangan.
Anggota Tim Project Wanam, Gawang Kurniawan, menyampaikan bahwa progres fisik telah mencapai tahap yang sangat signifikan. Ia menegaskan bahwa hambatan teknis hampir tidak ditemukan selama pengerjaan berlangsung. Faktor cuaca menjadi satu-satunya tantangan yang terus diantisipasi.
“Alhamdulillah progres dermaga sudah di angka 93 persen. Pekerjaan tidak ada kendala berarti, hanya memang cuaca di sini sangat tidak menentu. Satu-satunya musuh kami di sini adalah cuaca,” ujar Gawang. Pernyataan tersebut menggambarkan optimisme tim proyek dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Kekuatan Struktur dan Keterlibatan Sosial
Untuk menjamin daya dukung yang optimal, dermaga ini dibangun dengan struktur kokoh. Sebanyak 3.484 ton pipa baja berkualitas tinggi digunakan sebagai tiang pancang utama. Material tersebut dirancang untuk menahan beban ribuan ton alat berat dan aktivitas bongkar muat intensif.
Selain aspek teknis, pembangunan proyek ini juga memperhatikan dimensi sosial. Keterlibatan masyarakat asli menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Pemilik hak ulayat dari marga-marga suku Malind Anim dilibatkan secara aktif.
Gawang menegaskan bahwa tenaga kerja lokal tetap diakomodasi dalam proyek ini. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat setempat. "Pekerja lokal pasti ada karena kami menghargai masyarakat dan marga yang ada di sini. Sinergi ini penting agar manfaat proyek dirasakan langsung oleh warga," kata Gawang.
Kemitraan dan Komitmen Penyelesaian Proyek
Percepatan pembangunan dermaga juga melibatkan kerja sama dengan sektor swasta. Skema penugasan negara digunakan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target. Salah satu mitra utama yang terlibat adalah Jhonlin Group.
Pemilik Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, menyatakan komitmennya terhadap proyek ini. Ia menekankan bahwa pembangunan kawasan pangan merupakan amanah negara. Fokus utama diarahkan pada pencapaian target, bukan pada perhitungan keuntungan komersial.
"Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya. Bagaimana caranya agar satu juta hektare bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi," kata Haji Isam.
Pernyataan tersebut mencerminkan keseriusan dalam mendukung keberhasilan PSN Wanam. Dengan kolaborasi lintas sektor, dermaga logistik ini diharapkan menjadi penggerak utama transformasi pangan nasional di Papua Selatan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BLACKPINK Resmi Umumkan Tracklist Mini Album Deadline, Fans Semakin Antusias
- Jumat, 06 Februari 2026
Cara Meningkatkan Fungsi Ginjal dengan Metode Alami, Mudah dan Terbukti Efektif
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
PLTSa Nasional Didorong Percepat Transisi Energi dan Pengelolaan Sampah Modern
- Jumat, 06 Februari 2026
Industri Otomotif Yakin Bangkit Kembali dan Topang Ekonomi Nasional 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Minyak Global Melemah Menjelang Dialog Diplomatik Amerika Serikat dan Iran
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga BBM Pertamina Turun Picu Optimisme Konsumen di Tengah Pemulihan Ekonomi
- Jumat, 06 Februari 2026












