PLTSa Nasional Didorong Percepat Transisi Energi dan Pengelolaan Sampah Modern
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Langkah ini diarahkan untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memperkuat pasokan listrik nasional. Skema pembangkit berbasis sampah dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus.
ESDM Targetkan Groundbreaking 34 PLTSa Pertengahan 2026, Olah 1.000 Ton Sampah/Hari menjadi penanda penting kebijakan energi. Proyek ini dirancang hadir di berbagai wilayah Indonesia secara merata. Setiap fasilitas memiliki kapasitas pengolahan besar untuk mendukung pengurangan timbunan sampah.
Baca JugaPertamina Tambah Pasokan Gas LPG 3 Kg di Bone Dukung Kebutuhan Masyarakat
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa direncanakan beroperasi di 34 kabupaten dan kota. Total kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 1.000 ton sampah per hari. Skala tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendorong energi bersih.
Tahapan Lelang dan Target Pembangunan
Pemerintah telah membuka proses lelang proyek PLTSa secara bertahap. Skema lelang disusun agar menarik minat investor dan mempercepat realisasi. Proses ini menjadi fondasi utama pelaksanaan proyek.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menyampaikan optimisme terhadap progres proyek. Ia menjelaskan bahwa tahapan lelang sudah berjalan sesuai rencana. Dengan kondisi tersebut, pembangunan dapat dimulai pada pertengahan tahun.
Meskipun jumlah proyek yang akan groundbreaking belum dirinci, target jangka menengah telah ditetapkan. Pemerintah menargetkan sejumlah PLTSa beroperasi pada 2027. Langkah ini diharapkan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Hambatan Lahan dan Perizinan
Kendala utama proyek PLTSa terletak pada kepastian lahan dan perizinan. Proses penyediaan lahan kerap memakan waktu panjang. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam percepatan proyek.
Para ahli menilai percepatan perizinan sebagai kunci utama keberhasilan. Tanpa kepastian lahan, investasi sulit direalisasikan. Pada pengalaman sebelumnya, satu proyek dapat tertunda hingga empat tahun.
Pemerintah berupaya menyederhanakan proses tersebut melalui koordinasi lintas sektor. Penyelarasan kebijakan pusat dan daerah terus diperkuat. Pendekatan ini diharapkan memangkas waktu realisasi proyek.
Peran BPI Danantara dalam Akselerasi
Badan Pengelola Investasi Danantara mengambil peran strategis dalam proyek WtE. Lembaga ini menargetkan groundbreaking PLTSa pada Maret 2026. Target tersebut sejalan dengan agenda percepatan nasional.
CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai mekanisme lelang saat ini lebih efisien. Pola baru dinilai mampu mengurangi hambatan administratif. Hal ini menjadi pembeda dibandingkan skema sebelumnya.
Rosan menjelaskan bahwa program WtE sebenarnya telah dimulai sejak 2014. Namun implementasinya belum berjalan optimal di banyak daerah. Hingga kini, baru dua PLTSa yang beroperasi secara komersial.
Minat Investor dan Prospek Keberlanjutan
Peningkatan minat investor menjadi momentum penting percepatan PLTSa. Investor domestik dan asing mulai melihat potensi proyek ini. Stabilitas regulasi menjadi faktor penarik utama.
PLTSa Surabaya dan Surakarta menjadi contoh implementasi yang telah berjalan. Keberhasilan dua proyek tersebut memberi gambaran potensi nasional. Pengalaman ini menjadi referensi bagi pengembangan di daerah lain.
Ke depan, proyek PLTSa diharapkan memberi dampak ganda bagi daerah. Pengurangan sampah dan produksi listrik berjalan bersamaan. Skema ini mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan nasional.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BLACKPINK Resmi Umumkan Tracklist Mini Album Deadline, Fans Semakin Antusias
- Jumat, 06 Februari 2026
Cara Meningkatkan Fungsi Ginjal dengan Metode Alami, Mudah dan Terbukti Efektif
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Industri Otomotif Yakin Bangkit Kembali dan Topang Ekonomi Nasional 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Minyak Global Melemah Menjelang Dialog Diplomatik Amerika Serikat dan Iran
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga BBM Pertamina Turun Picu Optimisme Konsumen di Tengah Pemulihan Ekonomi
- Jumat, 06 Februari 2026
Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Dipertahankan Demi Stabilitas Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026












