Pertamina Tambah Pasokan Gas LPG 3 Kg di Bone Dukung Kebutuhan Masyarakat
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Upaya menjaga ketersediaan energi terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis.
Salah satu langkah konkret terlihat dari penguatan distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan pasokan tetap aman dan merata.
Pertamina Tambah 47.040 Tabung LPG 3 Kg di Bone Selama Januari 2026 menjadi cerminan strategi pengamanan distribusi. Tambahan pasokan tersebut direalisasikan sebagai respons atas meningkatnya konsumsi masyarakat. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas energi di tingkat lokal.
Baca JugaIndustri Pengolahan Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran distribusi. Penguatan pasokan dilakukan agar kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro tetap terpenuhi. Langkah ini sekaligus mencegah potensi gangguan pasokan di lapangan.
Realisasi Tambahan Distribusi Selama Januari
Sepanjang Januari 2026, tambahan penyaluran LPG 3 Kg dilakukan secara signifikan. Total realisasi mencapai 47.040 tabung untuk wilayah Kabupaten Bone. Jumlah ini menunjukkan peningkatan distribusi yang cukup besar.
Tambahan penyaluran tersebut setara dengan sekitar 200 persen dari rata-rata kebutuhan harian. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi dalam periode tertentu. Dengan demikian, pasokan diharapkan tetap terjaga tanpa hambatan.
Penyaluran LPG 3 Kg dilakukan melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping. Skema ini diterapkan pada beberapa periode selama Januari 2026. Pendekatan fleksibel tersebut memungkinkan penyesuaian cepat terhadap kondisi lapangan.
Pengawasan Distribusi Hingga Tingkat Pangkalan
Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi hingga ke tingkat pangkalan. Pengawasan ini bertujuan memastikan penyaluran berjalan optimal dan sesuai alokasi. Seluruh jalur distribusi dipastikan berfungsi dengan baik.
Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo, menegaskan pentingnya kepatuhan agen. Seluruh agen diwajibkan menyalurkan LPG 3 Kg langsung ke pangkalan. Penyaluran tersebut harus sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
“Pangkalan juga diarahkan untuk memprioritaskan penyaluran kepada konsumen rumah tangga dan usaha mikro yang berhak menerima LPG bersubsidi,” kata Wahyu. Arahan ini bertujuan menjaga ketepatan sasaran distribusi. Dengan prioritas tersebut, subsidi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Imbauan Bijak Menghadapi Fluktuasi Konsumsi
Fluktuasi kondisi lapangan dapat terjadi seiring meningkatnya konsumsi secara bersamaan. Situasi ini kerap dipengaruhi oleh pola kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, antisipasi terus dilakukan oleh pihak terkait.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Perilaku panic buying dinilai dapat mengganggu keseimbangan distribusi. Penggunaan LPG 3 Kg diharapkan dilakukan secara bijak sesuai kebutuhan.
“Penimbunan justru dapat mengganggu kelancaran distribusi dan merugikan masyarakat lainnya,” jelas Wahyu. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan. Kesadaran bersama menjadi kunci kelancaran distribusi energi.
Sinergi Pengawasan dan Komitmen Berkelanjutan
Penguatan pasokan LPG 3 Kg dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah dan instansi terkait dilibatkan dalam proses pengawasan. Monitoring lapangan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan konsistensi pengawasan. Pertamina Patra Niaga terus menjalankan monitoring penyaluran bersama instansi daerah. Langkah ini memastikan LPG 3 Kg tersalurkan tepat sasaran.
“Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat,” jelas Rum. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Keberlanjutan pasokan energi menjadi tujuan utama.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone. Aparat penegak hukum juga dilibatkan sebagai pihak pengawasan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi LPG 3 Kg berjalan sesuai ketentuan.
Koordinasi tersebut diharapkan mampu menjaga ketertiban distribusi di lapangan. Pengawasan berlapis menjadi upaya pencegahan penyimpangan. Dengan sistem ini, hak masyarakat dapat terlindungi.
Stabilitas pasokan LPG 3 Kg menjadi prioritas dalam menjaga ketahanan energi daerah. Distribusi yang lancar mendukung aktivitas rumah tangga dan usaha mikro. Komitmen berkelanjutan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bone.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BLACKPINK Resmi Umumkan Tracklist Mini Album Deadline, Fans Semakin Antusias
- Jumat, 06 Februari 2026
Cara Meningkatkan Fungsi Ginjal dengan Metode Alami, Mudah dan Terbukti Efektif
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Industri Otomotif Yakin Bangkit Kembali dan Topang Ekonomi Nasional 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Minyak Global Melemah Menjelang Dialog Diplomatik Amerika Serikat dan Iran
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga BBM Pertamina Turun Picu Optimisme Konsumen di Tengah Pemulihan Ekonomi
- Jumat, 06 Februari 2026
Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Dipertahankan Demi Stabilitas Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026












