JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin menegaskan perannya sebagai mitra utama dalam pengelolaan kekayaan syariah melalui BSI Prioritas.
Baru-baru ini, BSI menyelenggarakan acara eksklusif BSI Wealth Insight bertajuk “Golden Step Into the Future” di Surabaya untuk memberikan wawasan mendalam tentang peluang investasi emas bagi nasabah prioritas.
Acara ini menjadi sarana bagi BSI untuk mengedukasi nasabah mengenai potensi emas sebagai instrumen investasi strategis, termasuk kepemilikan fisik maupun digital, yang modern, aman, dan transparan.
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Menurut RCEO Regional VIII BSI Surabaya, Jajang Abdul Karim, emas kini tidak hanya berfungsi sebagai lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi pengelolaan kekayaan jangka panjang.
Pertumbuhan Bisnis Emas BSI Melonjak Signifikan
Kinerja bisnis emas BSI tercatat meningkat pesat hingga Triwulan II 2025. Pembiayaan bisnis emas tumbuh 88,25% YoY menjadi Rp16,88 triliun, dengan rincian Cicil Emas sebesar Rp9,09 triliun (tumbuh 155,41% YoY) dan Gadai Emas sebesar Rp7,79 triliun (tumbuh 44,08% YoY).
Pendapatan margin perseroan mencapai Rp14,09 triliun (naik 16,61% YoY) dan pendapatan berbasis fee sebesar Rp2,94 triliun (tumbuh 18,37%). Kelolaan Tabungan Emas BSI telah melebihi 1 ton emas, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap produk BSI Emas.
Pertumbuhan ini memperkuat posisi BSI sebagai bank emas terpercaya dan menjadi bukti kepercayaan nasabah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Emas sebagai Aset Aman di Tengah Krisis
Dalam acara BSI Wealth Insight, para pakar menekankan bahwa emas tetap menjadi aset primadona yang aman dan berpotensi menguntungkan.
Jajang Abdul Karim menjelaskan bahwa prospek emas ke depan sangat potensial, fungsinya sebagai safe haven dan potensi kenaikan nilainya menjadikan emas sebagai komponen wajib dalam portofolio investasi yang tangguh.
Dengan strategi produk yang tepat, emas dapat mendorong kemandirian finansial berkelanjutan dan mendukung program pemerintah dalam hilirisasi emas.
BSI menyediakan opsi investasi emas secara fisik maupun digital melalui Byond by BSI, memudahkan nasabah berinvestasi kapan pun dan di mana pun sesuai preferensi mereka.
Strategi BSI Mengedukasi dan Mempererat Hubungan Nasabah
BSI tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga pada literasi finansial nasabah. Hingga Triwulan II 2025, segmen wealth management BSI telah melayani lebih dari 69 ribu nasabah Prioritas dengan produk seperti Tabungan E-Mas, BSI Gold, Cicil Emas BSI, Gadai Emas BSI, Reksa Dana Syariah, Sukuk, dan Bancassurance.
Layanan eksklusif seperti Konsultasi Waris dan Hajj & Umrah Concierge juga tersedia. Melalui pendekatan edukatif dan personal, BSI memperkuat posisi sebagai bank emas pilihan utama di Indonesia, sekaligus memastikan nasabah dapat memanfaatkan peluang investasi emas syariah dengan aman dan menguntungkan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenkes Sebut 65 Juta Warga Indonesia Alami Hipertensi, Hindari Garam Berlebih
- Jumat, 06 Februari 2026
Zulkifli Hasan Pastikan Harga Sembako Makassar Stabil Menjelang Ramadan 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












