Jumat, 06 Februari 2026

BNI Cetak Kinerja Positif Berkat Penguatan CASA dan Akselerasi Layanan Digital

BNI Cetak Kinerja Positif Berkat Penguatan CASA dan Akselerasi Layanan Digital
BNI Cetak Kinerja Positif Berkat Penguatan CASA dan Akselerasi Layanan Digital

JAKARTA - Kinerja BNI pada kuartal III menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang bergerak dinamis. 

Penguatan struktur pendanaan dan fokus pada efisiensi menjadi landasan penting dalam menjaga kestabilan pertumbuhan laba. Hal ini menunjukkan bahwa BNI tidak hanya mempertahankan performa, tetapi juga menata strategi untuk menghadapi risiko ekonomi ke depan.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kedisiplinan dalam menjaga kualitas portofolio. 

Baca Juga

Prudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tata kelola risiko yang berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan adaptasi merupakan kunci agar pertumbuhan tetap bertahan dalam situasi ketidakpastian.

Rasio permodalan BNI tetap kuat dengan tingkat kecukupan modal yang terjaga baik. Likuiditas yang stabil terlihat dari berbagai indikator yang menunjukkan kesehatan struktur pendanaan. Kualitas aset juga berada dalam kondisi terkontrol sehingga mendukung keberlanjutan bisnis perseroan.

Pertumbuhan Kredit yang Lebih Seimbang

Penyaluran kredit BNI menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan merata pada berbagai segmen usaha. Direktur Finance & Strategy, Hussein Paolo Kartadjoemena, menjelaskan bahwa strategi pembiayaan kini lebih terarah untuk menjaga kualitas aset dan memperluas sektor produktif. 

Perpaduan antara fokus risiko dan peningkatan penyaluran kredit menghasilkan portofolio yang lebih seimbang. Kredit korporasi mengalami pertumbuhan berkat dukungan pembiayaan pada berbagai lembaga dan sektor industri. 

Segmen menengah juga menunjukkan peningkatan yang konsisten sebagai bentuk penguatan peran usaha di level tersebut. Pembiayaan UMKM non-KUR turut mengalami kenaikan yang signifikan, mencerminkan perluasan dukungan terhadap pelaku usaha produktif.

Pembiayaan konsumer juga mengalami peningkatan dengan kontribusi dari KPR, kredit personal, dan kartu kredit. Perbaikan ini menandakan adanya minat konsumsi yang tetap terjaga di masyarakat. Pertumbuhan di segmen ini mendukung stabilitas komposisi portofolio pembiayaan BNI.

Transformasi Digital Mendorong Dana Murah dan Fee Income

BNI terus mengakselerasi transformasi digital sebagai strategi memperkuat daya saing di sektor perbankan. Direktur Treasury & International Banking, Abu Santosa Sudradjat, menyampaikan bahwa digital transaction banking berperan besar dalam peningkatan dana murah (CASA). 

Penguatan kanal digital juga berdampak pada pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Aplikasi wondr by BNI menjadi salah satu motor penggerak aktivitas transaksi masyarakat. Jumlah pengguna yang meningkat tajam diikuti dengan nilai transaksi yang juga tumbuh signifikan. Lonjakan aktivitas ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital yang semakin mudah digunakan.

Sementara itu, kanal BNIdirect untuk korporasi juga terus berkembang. Volume dan nilai transaksi pada kanal ini memperlihatkan kenaikan yang konsisten dari waktu ke waktu. Hal ini membuktikan bahwa digitalisasi tidak hanya menyentuh ritel, tetapi juga sektor bisnis yang lebih luas.

Konsistensi Pembiayaan Berkelanjutan

BNI menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau melalui pembiayaan berkelanjutan. 

Direktur Risk Management, David Pirzada, menjelaskan bahwa penerbitan Sustainability Bond menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung proyek-proyek yang berdampak pada lingkungan dan sosial. Pendekatan ini memperluas kontribusi bank terhadap pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Pembiayaan diarahkan pada sektor yang memberikan manfaat jangka panjang, termasuk energi terbarukan dan efisiensi energi. Selain itu, dukungan terhadap UMKM juga menjadi pilar sosial yang menguatkan inklusi ekonomi. Dengan cara ini, BNI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan laba tetapi juga nilai kebermanfaatan yang lebih luas.

Hingga akhir kuartal III, BNI mencatat laba bersih sebesar Rp15,12 triliun. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir. BNI menyatakan akan terus mengembangkan ekosistem digital, menjaga stabilitas bisnis, dan memperkuat kontribusi ekonomi nasional.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook