Penunjukan Suahasil Nazara Menkeu Baru Bawa Efek Positif Ke IHSG
JAKARTA - Pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru menjadi fokus pemodal setelah adanya reshuffle kabinet.
Perubahan posisi ini dipandang bisa menjadi pendorong positif untuk pasar keuangan tanah air, terutama bilamana pemerintah sanggup merawat kredibilitas serta kedisiplinan fiskal.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menyatakan, respons awal pelaku pasar atas penggantian Menteri Keuangan mengarah positif.
Sesuai penjelasannya, penetapan Suahasil memiliki peluang menurunkan premi risiko fiskal tanah air.
"Penunjukan Suahasil Nazara berpotensi menurunkan premi risiko fiskal Indonesia karena beliau dikenal sebagai teknokrat dengan pendekatan fiskal yang relatif prudent," ujar Harry kepada Sumbernya, Senin (14/9/2026).
Menurut dirinya, pasar akan mengamati komitmen Menteri Keuangan baru terhadap disiplin anggaran, transparansi arah kebijakan, serta usaha menjaga batas defisit fiskal di bawah 3% atas produk domestik bruto atau PDB.
Dalam jangka pendek, pergantian tersebut berpeluang menyumbang pengaruh positif atas rupiah, Surat Utang Negara atau SUN, serta Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.
Walaupun demikian, naik turunnya harga masih dapat terjadi sewaktu masa transisi.
Harry menerangkan, bila kredibilitas fiskal membaik, country risk premium tanah air berpotensi merosot.
Situasi tersebut dapat memicu penguatan kurs rupiah dan penurunan yield SUN, yang pada gilirannya berpotensi menekan discount rate di bursa saham.
"Jika kredibilitas fiskal meningkat, country risk premium dapat turun, sehingga mendukung penguatan rupiah, penurunan yield SUN, dan pada akhirnya menurunkan discount rate di pasar saham," jelasnya.
Walau begitu, Harry menilai pergantian Menteri Keuangan belum memicu perubahan pandangan pasar secara masif hingga kurun akhir tahun 2026.
Hanya saja, perpaduan sentimen pasar berpeluang menjadi lebih baik.
Para investor juga harus mengamati sejumlah indikator kunci, dari arah defisit APBN, kebijakan alokasi belanja pemerintah, stabilitas rupiah dan yield SUN, hingga konsistensi langkah yang diambil oleh Menteri Keuangan baru.
Di tengah dinamika tersebut, Harry menyarankan para investor untuk tetap selektif menentukan saham.
Sebabnya, posisi IHSG saat ini sudah kian dekat dengan target akhir tahun Samuel Sekuritas Indonesia pada level 6.600, sehingga ruang kenaikan indeks secara menyeluruh dinilai cukup terbatas.
Kendati begitu, penyusutan risk premium sanggup menciptakan peluang re-rating bagi saham-saham bersosok fundamental kuat.
Harry terkhusus mengamati peluang pada saham perbankan yang berkualitas dan sektor yang responsif terhadap pergerakan suku bunga.
"Kami tetap menyarankan investor selektif. Dengan IHSG yang sudah mendekati target akhir tahun kami di 6.600, upside indeks relatif terbatas," pungkasnya.
Selain sektor perbankan dan saham yang sensitif terhadap suku bunga, Samuel Sekuritas Indonesia masih menyukai emiten komoditas dengan pendapatan dalam dolar AS sebagai pilihan diversifikasi bagi investor.