FTSE Russell Putuskan Penundaan Rebalancing Saham Indonesia Ke Desember

FTSE Russell Putuskan Penundaan Rebalancing Saham Indonesia (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:28:58 WIB

JAKARTA - FTSE Russell menangguhkan sejumlah penyesuaian indeks bagi saham Indonesia dalam periode September 2026, paling tidak sampai periode evaluasi berikutnya di Desember 2026.

Namun demikian pengelola indeks dunia ini bakal tetap menjalankan beberapa pembaruan pada saham-saham asal Indonesia, dalam peninjauan indeks periode September 2026.

Pada pengumuman paling baru yang disampaikan di hari Selasa (18/8), FTSE Russell menegaskan ketetapan ini demi menyajikan waktu pengamatan serta pemantauan ekstra, terhadap pembenahan pasar modal Indonesia.

FTSE Russell mengaku sudah menyaksikan bermacam progres dari pembenahan pasar modal Indonesia.

Berapa poin yang disorot meliputi penyedia data kepemilikan pemegang saham di atas 1%, pengungkapan daftar saham High Shareholding Concentration (HSC), serta rincian data investor.

Mengenai deretan progres tersebut, FTSE Russell mengaku “telah mempertimbangkan masukan yang diterima dari pelaku pasar dan komite penasihat eksternalnya.”

Walaupun begitu, tidak seluruh pembaruan indeks dihentikan untuk saham Indonesia.

Pada tinjauan September 2026, FTSE Russell tetap bakal menuntaskan pembaruan pada Industry Classification Benchmark (ICB), penyelarasan jumlah saham sesuai buffer 1%, serta pemangkasan free float tertentu sesuai ketentuan buffer.

Bukan hanya itu, FTSE Russell juga bakal mendepak saham yang tidak lagi memenuhi kriteria indeks, termasuk imbas suspensi terus-menerus, tidak memenuhi watchlist atau likuiditas, hingga kapitalisasi pasar yang dipersyaratkan.

Pergeseran kategori Large, Mid, Small, dan Micro-cap lantaran spin-off, juga bakal tetap dijalankan.

Kedepannya, FTSE Russell bakal terus memonitor perkembangan pasar saham Indonesia dan mengukur efektivitas langkah serta hasil koordinasi dengan otoritas pasar modal.

Reporter: Moch Febrianto