Rupiah Terbuka Terkoreksi Tipis Pagi Ini Hingga Posisi Rp 17.512 Dolar

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Jumat, 11 September 2026
Rupiah Terbuka Terkoreksi Tipis Pagi Ini Hingga Posisi Rp 17.512 Dolar
Rupiah Terbuka Terkoreksi Tipis Pagi Ini (FOTO: NET)

JAKARTA - Kurs mata uang rupiah di transaksi spot mengawali sesi dengan melemah ringan pada sesi perdagangan Kamis (10/9/2026).

Mata uang garuda berada pada angka Rp 17.512 untuk setiap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip informasi Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah tertekan sebesar 1 poin atau 0,01 persen jika disandingkan terhadap posisi penutupan hari lalu yang ada pada tingkat Rp 17.511 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang memetakan daya saing greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pukul 09.00 WIB terlihat terkikis tipis 0,03 persen ke tingkat 98,784.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan menyatakan, dalam pergerakan sesi hari ini (10/9/2026), rupiah akan dibayangi oleh dorongan sentimen yang saling berlawanan.

Sesuai penjelasannya, rupiah bakal mengarungi kondisi tarik-menarik antara pelemahan dolar AS dan kenaikan harga minyak bumi serta yield US Treasury.

Dari wilayah luar negeri, posisi DXY yang berada dekat dengan tingkat paling rendah dua pekan masih memberikan ruang penguatan bagi rupiah.

Namun, melonjaknya harga minyak akibat eskalasi perselisihan di kawasan Timur Tengah berpotensi memantik inflasi AS serta menjaga tindakan hawkish The Fed.

"Pasar besok juga akan menunggu PPI AS dan data jobless claims," ujar Brahmantya dikutip dari Sumbernya, Rabu (9/9/2026).

Kenaikan angka inflasi produsen AS berisiko memicu kembali ekspektasi suku bunga The Fed, indeks dolar AS, serta yield US Treasury.

Adapun dari kawasan internal, persepsi pasar menunjukkan tren lebih positif beriringan dengan naiknya cadangan devisa Indonesia menuju kisaran 146,5 miliar dolar AS.

Kebijakan penyeimbang Bank Indonesia (BI) dan peluncuran data penjualan ritel dalam negeri juga berfungsi sebagai penahan tekanan dari luar.

Meninjau pergerakan tersebut, nilai tukar rupiah diramalkan akan bergulir sideways dengan pola menguat terbatas pada sesi perdagangan hari ini.

"Saya memperkirakan USD/IDR bergerak di kisaran Rp 17.600–Rp 17.800 per dolar AS," kata Brahmantya.

Kisaran Rp 17.500-Rp 17.600 bertindak sebagai titik support bagi rupiah, sedangkan Rp 17.700-Rp 17.800 menjadi titik resistance.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua