Calon Gubernur BI Destry Damayanti Paparkan Tiga Misi di Depan DPR

RE
Rabu, 26 Agustus 2026
Calon Gubernur BI Destry Damayanti Paparkan Tiga Misi di Depan DPR

WARTAFINANSIAL.COM — Uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI berlangsung di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis. Destry menegaskan bahwa institusi yang akan dipimpinnya harus tetap relevan dan kredibel dalam merespons berbagai persoalan, mulai dari tekanan nilai tukar hingga perlambatan ekonomi domestik.

"Visi kami adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya di hadapan anggota Komisi XI DPR.

Menjaga Stabilitas sebagai Fondasi Utama

Misi pertama yang diusung Destry adalah menjaga stabilitas sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan mandat utama BI, yakni mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara kelancaran sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

Menurut Destry, stabilitas bukan tujuan akhir, melainkan prasyarat agar roda ekonomi bisa berputar lebih kencang. Tanpa stabilitas yang terjaga, investasi dan konsumsi akan terhambat oleh ketidakpastian.

Menyeimbangkan Stabilitas dan Pertumbuhan

Misi kedua yang dipaparkan adalah mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang terintegrasi dengan misi pertama. Destry menekankan bahwa stabilitas harus bergerak seimbang dan berkesinambungan dengan pertumbuhan ekonomi.

Artinya, kebijakan moneter tidak hanya berorientasi pada pengendalian inflasi dan nilai tukar, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang bagi ekspansi ekonomi. Pendekatan ini menjadi penting di tengah kebutuhan mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Sinergi Merah Putih Menuju Indonesia 2045

Misi ketiga yang ditegaskan Destry adalah memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui apa yang disebut Sinergi Merah Putih. BI akan melakukan koordinasi erat dengan pemerintah, otoritas keuangan, dan berbagai pihak dalam merespons tantangan yang masih kuat.

"Misi ini menegaskan bahwa BI akan melakukan koordinasi erat dengan pemerintah, otoritas, dan berbagai pihak dalam merespons berbagai tantangan yang masih kuat dan mencapai Indonesia 2045," tutur Destry.

Sinergi ini dinilai krusial mengingat kompleksitas permasalahan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan oleh bank sentral seorang diri. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, misalnya, menjadi kunci dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Proses uji kelayakan dan kepatutan ini menjadi tahapan penting sebelum nama calon Gubernur BI diajukan kepada presiden untuk kemudian disetujui DPR. Hasil akhir dari proses ini akan menentukan arah kebijakan moneter Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua