Hands-on Redmi 17: Baterai 7.500 mAh Jadi Andalan, Tapi Layar dan Chipset Turun Kelas

RE
Senin, 24 Agustus 2026
Hands-on Redmi 17: Baterai 7.500 mAh Jadi Andalan, Tapi Layar dan Chipset Turun Kelas

WARTAFINANSIAL.COM — Xiaomi kembali memantapkan posisinya di segmen entry-level hingga mid-range dengan merilis Redmi 17 di Indonesia pada Kamis (20/8). Kami berkesempatan menggenggam langsung perangkat ini di momen peluncurannya, dan kesan pertama yang muncul cukup campur aduk: desainnya menarik, baterainya monster, tapi ada beberapa penyesuaian spesifikasi yang terasa seperti langkah mundur.

Harga dan Varian: Tiga Pilihan dengan Selisih Jelas

Redmi 17 dijual dalam tiga varian yang cukup berjauhan harganya. Model dasar 4/128 GB dibanderol Rp2.899.000, naik ke Rp3.299.000 untuk 6/128 GB, dan puncaknya 6/256 GB dihargai Rp3.849.000.

Di rentang harga ini, Redmi 17 bersaing ketat dengan ponsel-ponsel yang sudah membawa layar AMOLED dan chipset lebih modern. Pertanyaannya, apakah baterai besar cukup untuk menutup kekurangan di sektor lain?

Desain: Dua Warna yang Layak Dilirik, Tapi Bobotnya Bukan Main

Xiaomi berani tampil beda lewat varian warna Lotus Purple dan Oak Green. Lotus Purple punya pola sapuan abstrak di atas bodi matte yang anti sidik jari, sementara Oak Green tampil lebih kalem dengan aksen logo daun kecil di modul kamera—detail yang tidak dimiliki varian lain. Bagi yang suka desain aman, Black dan Deep Blue tetap tersedia.

Modul kameranya berbentuk persegi dengan sudut membulat, cukup menonjol dari bodi, dan dihiasi Dynamic RGB Light yang bisa menyala saat ada notifikasi, panggilan, pengisian daya, atau saat kamera dipakai. Fitur ini bisa diatur lewat menu Efek Cahaya Latar.

Konsekuensi dari baterai 7.500 mAh dan layar 6,9 inci adalah dimensi yang bongsor: ketebalan 8,8 mm dan bobot 232 gram. Digenggam satu tangan masih aman, tapi bakal terasa pegal jika dipakai berlama-lama. Bodinya sudah mengantongi sertifikasi IP64, jadi aman dari debu dan cipratan air.

Layar: Lega Tapi Kurang Tajam, Ini Penurunan yang Paling Terasa

Ini titik terlemah Redmi 17. Layar IPS LCD-nya besar, 6,9 inci, dengan refresh rate 120Hz yang mulus. Sayangnya, resolusinya cuma HD+ (1.600 x 720 piksel), sementara pendahulunya, Redmi 15, sudah Full HD+.

Kerapatan gambar jelas berkurang—teks dan ikon bakal terlihat kurang tajam saat dilihat dari jarak dekat. Bezel di sekeliling layar, terutama bagian bawah, juga masih tebal. Setidaknya Xiaomi melapisinya dengan Gorilla Glass 7i untuk ketahanan gores.

Performa: Helio G91-Ultra, Langkah Mundur dari Snapdragon 685

Di atas kertas, perpindahan dari Snapdragon 685 (fabrikasi 6nm) ke MediaTek Helio G91-Ultra (fabrikasi 12nm) adalah penurunan. Chip Helio ini mengusung 2x Cortex-A75 di 2 GHz dan 6x Cortex-A55 di 1,8 GHz, sementara Snapdragon 685 punya 4x Cortex-A73 di 2,8 GHz. Fabrikasi 12nm juga berarti efisiensi daya yang lebih buruk—ironis untuk ponsel yang mengandalkan baterai besar.

RAM LPDDR4X (4 atau 6 GB) dan penyimpanan eMMC 5.1 (hingga 256 GB) juga bukan kelas yang sama dengan UFS yang umum dipakai kompetitor di harga ini. Penyimpanan masih bisa diperluas via microSD hingga 2 TB.

Software: Jaminan Update yang Jadi Primadona

Redmi 17 sudah menjalankan Xiaomi HyperOS 3 dengan janji 4 kali update OS dan 6 tahun patch keamanan. Klaim ini setara dengan lini flagship Xiaomi 17 Series—langkah yang patut diacungi jempol dan jarang ditawarkan kompetitor di kelas harga ini.

Kelebihan dan Kekurangan Redmi 17

  • Kelebihan: Baterai 7.500 mAh dengan pengisian 45W, desain dua varian warna yang menarik, jaminan update OS 4 tahun + patch keamanan 6 tahun, ada Dynamic RGB Light, rating IP64.
  • Kekurangan: Layar HD+ yang kurang tajam dengan bezel tebal, chipset Helio G91-Ultra fabrikasi 12nm yang kurang efisien, penyimpanan eMMC 5.1, bobot 232 gram yang berat.

Verdict: Baterai Juara, Tapi Spek Lain Bikin Mikir Dua Kali

Redmi 17 jelas bukan ponsel untuk kamu yang mementingkan ketajaman layar atau performa gaming kelas menengah. Ia adalah ponsel dengan daya tahan ekstrem untuk pengguna yang jarang dekat charger, ditambah jaminan software jangka panjang yang tenang.

Cocok buat kamu yang prioritas utamanya baterai awet dan umur software panjang. Kurang cocok buat yang sering nonton video resolusi tinggi, main game berat, atau butuh layar tajam—di harga yang sama, banyak kompetitor menawarkan layar AMOLED Full HD+ dan chipset lebih modern, walau dengan baterai lebih kecil.

Sumber: uzone.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua