Risiko Volatilitas Pasar Modal Meningkat di Tengah Tren Kenaikan IHSG!
JAKARTA - Lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada dua putaran transaksi terpantau belum sepenuhnya menandakan pemulihan pasar secara mendasar. Kenaikan nilai indeks mayoritas disokong lonjakan harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), di kala tekanan atas mata uang rupiah serta lonjakan imbal hasil surat utang dunia memperbesar risiko gejolak pasar.
Di dua putaran terakhir, harga saham BYAN melonjak kira-kira 40% sekaligus menyumbangkan sekitar 86 poin kepada IHSG, atau porsi terbesar dari kenaikan indeks.
“Artinya, penguatan headline belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan pasar secara luas. Pada saat yang sama, Rupiah kembali melemah mendekati Rp17.900/USD,” kata Kepala Riset dan Ekonomi Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rabu (19/8/2026).
Tekanan turut bersumber dari pasar internasional seiring aksi pelepasan surat utang negara. Yield US Treasury (UST) jangka waktu 30 tahun menyentuh kisaran 5,3%, angka tertinggi semenjak 2007. Di saat bersamaan, yield surat utang pemerintah Jepang (JGB) jangka waktu 10 tahun mendekati level 3% dan yield Bund Jerman menembus posisi tertinggi semenjak 2011.
Kenaikan imbal hasil surat utang dunia itu dipicu oleh kecemasan atas inflasi, situasi fiskal, serta bertambahnya penawaran surat utang.
“Memasuki perdagangan Rabu, kami melihat risiko volatilitas IHSG meningkat, terutama jika kenaikan global yields berlanjut dan tekanan rupiah membesar,” ucapnya.
Di tengah situasi tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan tiga saham untuk aktivitas transaksi hari ini:
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berada pada tahap akumulasi dengan sasaran harga awal Rp1.440, sasaran berikutnya Rp1.520, serta sasaran ketiga Rp1.650. Posisi support berada pada Rp1.315 dan Rp1.290.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dinilai ada di dalam tahap akumulasi dengan sasaran harga Rp1.560, Rp1.585, serta Rp1.700. Sementara posisi support berada pada Rp1.470 dan Rp1.415.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga berada pada tahap akumulasi. Sasaran harga ditentukan berturut-turut Rp2.400, Rp2.460, serta Rp2.520, dengan posisi support Rp2.310 dan Rp2.250.