Penggabungan Stasiun BNI City Serta Karet Akan Selesai Akhir September
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia merekam total konsumen harian armada KRL sekarang menyentuh 1,1 juta jiwa.
Peningkatan jumlah pelaju itu memicu perbaikan aneka fasilitas bangunan untuk pelayanan masyarakat pada Senin, 17 Agustus 2026.
Penyelenggara transportasi publik menyiapkan penyatuan sistem kerja antara Stasiun BNI City dan Stasiun Karet.
Rencana penggabungan kedua titik henti angkutan kota ini diproyeksikan bisa selesai penghujung bulan September nanti.
Rencana perbaikan fasilitas umum dijelaskan secara langsung oleh Direktur KAI Commuter Mochamad Purnomosidi.
Peringatan kemerdekaan negara menjadi pemicu penting bagi korporasi untuk menjalankan peninjauan kualitas layanan.
"Dan kami dari pengelola angkutan juga diminta untuk berpartisipasi mempermudah akses menuju ke tempat acara (HUT ke-81 RI-red), kan gitu ya. Salah satunya dengan tadi, apa, tarif yang yang apa yang promo dan lain sebagainya, kan gitu," kata Mochamad Purnomosidi.
Mochamad Purnomosidi, Direktur Utama KAI Commuter (kemeja putih, topi merah,kiri) ditemani Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda (kanan), (Foto: dari Sumbernya).
Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda juga memaparkan rincian terkait pergeseran mobilitas warga.
Instansi penyedia angkutan memprediksi kemunculan perubahan lokasi keramaian penumpang dari waktu siang menuju waktu sore.
"Saat ini untuk penumpang memang konsentrasinya masih menuju ke area Monas, ya. Karena nanti untuk yang di area Bundaran Hotel Indonesia, HI, ini akan mulai berlangsung di sore hari," ucap Corporate Secretary Vice President KAI Commuter Karina Amanda.
Baca juga:
Perhatikan! KAI Bidik Penyatuan Stasiun Karet-BNI City Berjalan 28 September 2026
Purnomosidi menguatkan janji pihak pengelola dalam mengawasi mobilitas pelaju supaya kondisi senantiasa tertib dan aman.
Perbaikan turut menyasar Stasiun Duri serta Stasiun Cawang yang berstatus sebagai lokasi persilangan aneka jenis transportasi.
"Ya kami tetap akan berupaya bagaimana bisa melayani semaksimal mungkin, dan kami tidak tidak diam, tidak tidak cuma mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat ya," kata President Director Purnomosidi.
Karina menerangkan langkah taktis untuk mengurai kepadatan pergerakan manusia di area Stasiun Bogor secara perlahan.
Infrastruktur penyeberangan jalur kereta manual yang dianggap mengancam keamanan nyawa konsumen bakal lekas ditukar dengan eskalator.
"Kami juga menambah personel yang membantu layanan penumpang di stasiun-stasiun yang padat," ujar Vice President Karina.
Dirinya menyatakan kalau agenda peresmian hasil penyatuan kedua stasiun itu berbarengan dengan perayaan hari jadi KAI.
Konstruksi fisik gedung inti pada stasiun penopang sentra ibu kota sekarang dinyatakan sudah tuntas seratus persen.
"Insaallah BNI City ini kami akan 'launch' rencana 28 September-lah pas ulang tahun KAI. Nanti kami 'launch' sekaligus mengintegrasikan dengan Stasiun Karet," ucap Purnomosidi.
Karina menyisipkan penjelasan terkait persiapan infrastruktur penunjang kepuasan perjalanan segenap pemakai angkutan massal kereta.
Instalasi eskalator otomatis pada area penyambung stasiun tengah dikerjakan secara giat oleh regu teknisi.
"Secara infrastruktur besarnya udah siap," kata Karina.
Ketika penyatuan berjalan seutuhnya, maka Stasiun Karet dipastikan tidak akan kembali memfasilitasi aktivitas naik turun pelaju.
Semua kegiatan peladenan bakal dipindah secara menyeluruh menuju zona peron anyar kepunyaan Stasiun BNI City.