Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS Pada Perdagangan 70

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 18 Agustus 2026
Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS Pada Perdagangan 70
Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah melonjak ke posisi Rp17.792 per dolar AS pada sesi perdagangan Senin (17/8) pagi.

Mata uang Nusantara ini melonjak 35 poin atau 0,20 persen apabila dibandingkan posisi penutupan sebelumnya pada level Rp17.827 per dolar AS.

Lonjakan rupiah tersebut beriringan dengan pergerakan sebagian besar mata uang di wilayah Asia yang melonjak terhadap dolar AS.

Tren positif ini dipicu oleh penurunan indeks mata uang AS sesudah data perekonomian Amerika Serikat memperlihatkan tren melesu.

Pakar mata uang dari tempatnya menjelaskan bahwa pelemahan data perekonomian Amerika Serikat memicu ekspektasi garis panduan moneter dari bank sentral AS.

"Pelemahan data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed akan bernada dovish pada risalah pertemuan FOMC pekan ini," ujar Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures.

Narasumber juga memprediksikan pergerakan mata uang dalam negeri sepanjang sesi perdagangan hari ini.

"Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini," kata Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures.

Di sisi lain, dinamika perpolitikan dalam negeri juga memengaruhi sentimen bursa.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerangkan keterangan mengenai pengajuan surat presiden menuju DPR terkait jajaran pimpinan Bank Indonesia serta lembaga lain.

"Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco yang sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres yang pertama adalah mengenai calon Gubernur Bank Indonesia disertai dengan calon Deputi Gubernur Senior," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Pada sesi perdagangan pekan sebelumnya, Jumat (14/8), rupiah mengakhiri sesi perdagangan dengan apresiasi 0,22 persen menuju posisi Rp17.820 per dolar AS.

Rilis data inflasi produsen AS yang stabil ikut menahan indeks mata uang AS dan memberikan ruang penguatan bagi mata uang rupiah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua