Harga Emas Melesat Tinggi Mencapai Level US$ 4.400 Per Troy Ons Terbaru

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 13 Agustus 2026
Harga Emas Melesat Tinggi Mencapai Level US$ 4.400 Per Troy Ons Terbaru
Harga Emas Melesat Tinggi (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai jual emas merangkak naik menuju posisi tertinggi dalam rentang waktu dua bulan pada Rabu setelah rilis angka inflasi Amerika Serikat (AS) selaras dengan proyeksi.

Kondisi ini memperkuat anggapan bahwa Federal Reserve (The Fed) bakal mempertahankan tingkat suku bunga di bulan September.

Mengutip data Refinitiv, angka emas pada sesi perdagangan Rabu (12/8/2026) berakhir pada angka US$ 4407,06 per troy ons.

Tingkat harganya menguat hingga 0,92%.

Penguatan tersebut menjadi angin segar setelah posisinya tergerus 0,49% pada sesi perdagangan Selasa.

Tingkat harga penutupan kemarin pun menjadi pencapaian tertinggi sejak 4 Juni 2026 atau lebih dari dua bulan.

Momen ini menandai kembalinya komoditas emas menembus level US$ 4.400 per troy ons.

Pergerakan emas terbilang stagnan dan hanya bergerak naik 0,01% pada perdagangan hari ini, Kamis (13/8/2026) pukul 06.54 WIB.

Indeks harga konsumen (CPI) AS untuk periode Juli 2026 tercatat sesuai estimasi.

Tingkat inflasi umum terangkat 0,1% dalam hitungan bulanan, sementara persentase inflasi tahunan berada di angka 3,4%.

CPI inti, yang mengabaikan sektor makanan dan energi, melesat 0,2% pada Juli dan 2,5% jika dihitung secara tahunan.

Tingkat inflasi tahunan untuk kategori CPI umum maupun inti tampak melambat dibandingkan periode Juni.

Usai laporan inflasi dirilis, merujuk data CME FedWatch, investor kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga September di angka 40%, merosot dibanding 46% sebelum laporan inflasi dipublikasikan.

"Data inflasi cukup menggembirakan. Angkanya memang lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi masih sesuai dengan ekspektasi. Ditambah pelemahan dolar AS dan faktor teknikal, semuanya turut menopang kenaikan harga emas," kata Edward Meir, analis Marex, dikutip dari Sumbernya.

Bank sentral The Fed sebelumnya menetapkan suku bunga di rentang 3,50%-3,75% pada 29 Juli lalu.

Meski demikian, sebanyak tiga dari 12 pemilih suara memilih kenaikan suku bunga.

Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi minat pada investasi emas sebab emas tak membagikan imbal hasil.

Para pelaku pasar kini menantikan angka Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan meluncur Kamis hari ini.

Di tengah memanasnya kembali perselisihan AS-Iran beserta serangan atas kapal navigasi di kawasan, nilai emas juga terangkat oleh ketidakpastian eskalasi geopolitik.

Akan tetapi, bila pertempuran makin membesar dan angka minyak mentah mendekati US$100 per barel, suku bunga bisa saja terdorong naik dan menghimpit nilai emas.

Pergerakan harga perak turut mengalami perbaikan.

Berdasarkan laporan Refinitiv, nilai perak pada sesi penutupan Rabu (12/8/2026) mendarat di posisi US$ 65,3 per troy ons.

Tingkat nilainya meroket 0,96%.

Capaian kenaikan ini menjadi sinyal positif usai harganya anjlok 1,6% pada sesi Selasa.

Laju perak mulai tampak tenang pada hari ini.

Pada Kamis (13/8/2026) jam 06.56 WIB, harga perak terkoreksi tipis 0,11% pada kisaran US$ 65,3 per troy ons.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua