Rupiah Melemah Tertekan Sentimen Isu AS-Iran dan Menanti Data Inflasi AS

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 13 Agustus 2026
Rupiah Melemah Tertekan Sentimen Isu AS-Iran dan Menanti Data Inflasi AS
Rupiah Melemah Tertekan Sentimen Isu AS-Iran (FOTO: NET)

JAKARTA - Kurs rupiah atas dolar AS pada penutupan transaksi Rabu, bergeser terkoreksi 16 poin atau 0,09 persen menuju Rp17.877 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya pada posisi Rp17.861 per dolar AS.

Pengamat Bank Woori Saudara Rully Nova menyebutkan penurunan rupiah terdorong oleh dinamika perundingan antara AS bersama Iran.

“Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran akan mempengaruhi harga minyak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Sputnik mengabarkan bahwasanya Iran mengajukan sejumlah persyaratan pembukaan kembali Jalur Hormuz kepada pihak AS lewat perantara, di antaranya penghentian aksi militer di seluruh wilayah mencakup Lebanon dan Palestina, serta pemulihan aset yang disita.

Akan tetapi, sebagaimana disiarkan Anadolu, Teheran maupun Washington sampai sekarang belum menemui kesepakatan akhir demi mengakhiri perselisihan tersebut, di kala penutupan Jalur Hormuz tetap mengganggu rantai pasokan energi dunia.

Selain itu, para pemain pasar juga bersikap wait and see terhadap angka inflasi AS yang bakal diterbitkan malam nanti.

Menilik dinamika dalam negeri, potensi ketidakpastian dinilai agak menyusut seiring Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan Destry Damayanti selaku calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Respons pasar cukup baik dan sosok yang diterima pasar dengan komitmen yang jelas pada program stabilitas rupiah yang berkelanjutan,” ungkap Rully.

Tingkat Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut meluncur melemah ke posisi Rp17.876 per dolar AS dibanding angka terdahulu Rp17.824 per dolar AS.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua