Jeritan Nasabah BMT Alfa Dinnar Dana Pensiun Ratusan Juta Gagal Ditarik

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 07 Agustus 2026
Jeritan Nasabah BMT Alfa Dinnar Dana Pensiun Ratusan Juta Gagal Ditarik
Hampir 20 tahun menyisihkan hasil kerja, Surono kini hanya berharap tabungan Rp369 juta milik keluarganya dapat kembali (FOTO: NET)

KARANGANYAR - Penggeledahan ruang kantor BMT Alfa Dinnar pada Wilayah Karangpandan oleh Satreskrim Polres Karanganyar membeberkan duka mendalam bagi ratusan anggotanya.

Beberapa masyarakat yang menjadi korban mulai berani mengutarakan nasib dana simpanan mereka yang mendadak tidak dapat diambil sejak awal tahun.

Seorang anggota BMT Alfa Dinnar, Surono, mengakui sudah menjadi anggota sejak tahun 2006 lantaran tergiur promo bagi hasil yang tergolong amat tinggi beserta adanya potongan zakat guna pesantren dan kaum dhuafa.

Akan tetapi, rasa curiga mulai timbul mendekati Hari Raya Idulfitri tahun 2025 sewaktu paket Lebaran yang lazim beliau terima merosot tajam.

Kala hendak menanyakan simpanan utamanya, jajaran pengurus justru berdiam diri.

Keseluruhan dana keluarganya senilai Rp369 juta saat ini tertahan.

"Uang yang pokok itu masih di Alfa Dinnar sampai sekarang. Totalnya kalau saya sekeluarga empat orang itu 369 juta rupiah. Rencananya itu nanti buat modal usaha kalau saya sudah pensiun," kata Surono kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Surono menuturkan, sampai saat ini dirinya tetap memegang ikrar manis dari jajaran BMT Alfa Dinnar yang meminta anggota menanti selama setahun dengan dalih hendak melepas aset terlebih dahulu.

"Harapannya uang saya kembali semua. Selama ini belum melaporkan ke polisi karena nunggu dijanjikan satu tahun nanti kalau asetnya dijual mau dikembalikan," ucap Surono.

Nasib mirip dirasakan oleh Evan, penduduk Karangpandan.

Ia tergiur menyimpan puluhan juta rupiah gara-gara dorongan tetangga yang menjamin keamanan institusi keuangan tersebut.

Evan mulai merasakan adanya kejanggalan kala hendak mengambil uang simpanan sebesar Rp50 juta pada Januari lalu.

Jajaran pengurus berargumen koperasi sedang didera masalah likuiditas dan tidak memegang dana tunai.

"Sekarang uang saya hilang 50 juta. Waktu mau ngambil bulan Januari kemarin ternyata enggak bisa, katanya enggak ada uang likuid. Janjinya satu tahun, tapi sampai sekarang enggak keluar juga. Harapannya ya uang segera kembali karena itu kumpulan buat modal usaha," kata Evan.

Evan menuturkan ada sekitar 200 anggota terdampak yang saat ini mendirikan kelompok nonformal untuk saling berbagi kabar.

Nominal simpanan mereka yang tertahan beragam, mulai dari puluhan sampai ratusan juta rupiah per jiwa.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, menuturkan, aparat kepolisian mengeksekusi penggeledahan usai mendapat aduan resmi dari seorang anggota berinisial S yang simpanannya terhalang hingga Rp1,4 miliar.

"Penggeledahan ini berdasarkan laporan nasabah berinisial S. Yang bersangkutan beserta istri dan dua anaknya sudah menjadi nasabah sejak 2008 dan tidak bisa mengambil uangnya. Nilai tabungannya sekitar 1,4 miliar rupiah," ujar AKP Wikan.

Kasatreskrim menandaskan, aparat kepolisian terus menghimpun bukti fisik pendukung dari kantor BMT Alfa Dinnar serta mencatat seluruh korban untuk mengkalkulasi total estimasi kerugian pasti.

Biarpun belum ada tersangka yang diamankan, pengurus BMT dinilai tetap kooperatif dalam mengikuti tahapan pemeriksaan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua