Distribusi Minyakita Februari 2026 Mencapai 128.000 Ton, Jaga Ketersediaan Nasional
- Jumat, 06 Maret 2026
JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa pada Februari 2026, distribusi minyakita melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) telah mencapai 128.000 ton.
Pencapaian ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat. “DMO per Februari kemarin sudah 128.000 ton, lalu penyaluran BUMN Pangan secara kumulatif sudah sebesar 37,5%,” ujar Kabiro Humas Kemendag.
Distribusi ini dilakukan secara bertahap melalui jaringan BUMN pangan untuk memastikan setiap daerah terpenuhi kebutuhannya. Pemerintah menekankan pentingnya ketersediaan minyakita agar harga tetap stabil. Langkah ini juga menjadi strategi mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang momen Lebaran 2026.
Baca JugaHarga Kernel Sawit di Kalteng Terus Tunjukkan Tren Positif Terbaru
Selain itu, pencapaian ini menjadi indikator efektivitas pengawasan distribusi DMO. Setiap ton minyakita yang disalurkan memerlukan koordinasi antara pemerintah, BUMN, dan pedagang. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi pemerintah mampu memastikan pasokan tetap merata.
Harga Eceran Tertinggi Minyakita Stabil
Menyoal harga eceran tertinggi (HET), minyakita saat ini berada di angka Rp15.700 per liter. Harga ini masih relatif lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang mencapai Rp15.903 per liter. Kusuma Dewi menjelaskan, HET minyakita dirancang agar tetap terjangkau masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“HET Minyakita saat ini masih termasuk relatif turun, dibanding dengan harga secara nasional,” jelasnya. Penetapan harga ini menjadi bentuk intervensi pemerintah agar kebutuhan pokok tetap dapat dibeli masyarakat. Tujuan utama HET adalah menjaga daya beli sekaligus mencegah spekulasi harga di pasar.
Harga minyakita yang stabil juga mendukung perencanaan ekonomi rumah tangga. Dengan harga yang realistis, masyarakat dapat memperkirakan pengeluaran selama momen Lebaran. Hal ini penting agar tekanan inflasi pada komoditas pokok dapat dikendalikan.
Harapan Konsumen dan Pengamat Pasar
Sekjen Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, menyatakan bahwa harga minyakita saat ini masih rasional. Ia berharap HET minyakita tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat. “HET Minyakita masih rasional harganya,” ujarnya.
Menurut Rio, menjaga harga minyakita tetap stabil akan mencegah efek domino terhadap komoditas lain. Kenaikan harga minyak goreng bisa memicu kenaikan biaya hidup di berbagai sektor. Oleh sebab itu, HET yang realistis menjadi strategi penting untuk menahan laju inflasi kebutuhan pokok.
Selain itu, Rio menekankan perlunya pemantauan harga secara berkala. Pemerintah dan lembaga konsumen dapat berkoordinasi untuk memastikan HET tetap sesuai dengan kondisi pasar. Langkah ini diharapkan memberikan kepastian bagi produsen, distributor, dan konsumen.
Peran Negara dalam Intervensi Pasar
Harga minyakita yang terjangkau menunjukkan peran aktif negara dalam mengatur pasar. Intervensi dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga wajar. Hal ini menjadi bukti kehadiran pemerintah untuk menjaga stabilitas komoditas pokok nasional.
“Harga Minyakita masih dalam radar harga kerakyatan dan tidak perlu dinaikkan,” kata Rio. Pemerintah terus memantau distribusi dan penetapan HET agar minyakita tetap mudah diakses masyarakat. Strategi ini juga menjadi langkah preventif agar tidak terjadi lonjakan harga secara mendadak.
Keberadaan HET menjadi instrumen penting untuk menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen. Pemerintah menegaskan bahwa harga minyakita bukan sekadar angka di pasar, tetapi bagian dari kebijakan publik yang menyentuh kesejahteraan masyarakat. Langkah ini memastikan minyak goreng tetap menjadi komoditas yang aman dan stabil.
Prospek dan Strategi ke Depan
Rio menjelaskan, jika HET dinaikkan, dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino. Oleh karena itu, ia berharap harga minyakita justru bisa menurun. Strategi ini melibatkan koordinasi pemerintah, distributor, dan BUMN pangan untuk menjaga pasokan.
Pemerintah juga berupaya memperkuat mekanisme DMO agar distribusi minyakita lebih efisien. Dengan pencapaian distribusi 128.000 ton, diharapkan seluruh wilayah mendapat pasokan yang cukup. Hal ini menjadi langkah preventif untuk menghadapi lonjakan permintaan saat momen Lebaran.
Kestabilan harga dan distribusi minyakita menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa intervensi pasar harus berkelanjutan dan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan nasional. Dengan begitu, minyakita tetap tersedia, harga terkendali, dan masyarakat merasa terbantu.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Adira Finance Laporkan Pertumbuhan Pembiayaan Baru yang Menggembirakan Tahun Ini
- Jumat, 06 Maret 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Tingkatkan Energi Terbarukan dengan Prioritas PLTS Desa Terpadu
- Jumat, 06 Maret 2026












