Adira Finance Laporkan Pertumbuhan Pembiayaan Baru yang Menggembirakan Tahun Ini
- Jumat, 06 Maret 2026
JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 18% secara tahunan sepanjang 2025.
Angka ini menunjukkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar. “Pada 2025 pembiayaan baru perusahaan tercatat sebesar Rp 43,2 triliun,” ujar Direktur Keuangan Sylvanus Gani.
Pertumbuhan ini menandai momentum positif bagi perusahaan dalam mendorong ekspansi pasar. Penyaluran pembiayaan baru yang meningkat juga sejalan dengan strategi Adira Finance dalam meningkatkan jangkauan layanan ke berbagai wilayah. Hal ini memberikan sinyal bahwa permintaan kredit di masyarakat tetap kuat.
Baca JugaShopeePay Hadirkan Fitur Goyang Seru untuk Rayakan Ramadan Lebih Meriah
Selain itu, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan juga tumbuh sebesar 13% yoy, mencapai Rp 63,4 triliun. Peningkatan piutang mencerminkan manajemen risiko yang efektif. Kinerja ini memperlihatkan bahwa Adira Finance mampu menjaga likuiditas dan kualitas portofolio pembiayaan.
Kinerja Profitabilitas dan Kualitas Aset
Dari sisi profitabilitas, Adira Finance membukukan pendapatan sebesar Rp 12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,5 triliun. Laba ini mencerminkan efektivitas pengelolaan biaya dan pertumbuhan pendapatan yang stabil. Rasio Non Performing Financing (NPF) juga membaik ke level 2%, menunjukkan kualitas aset yang terjaga.
“Pada 2025 ini Adira Finance banyak sekali perbaikan kualitas aset yang terjadi. Dari sisi pendanaan, momentum 2025 kemarin cukup bagus,” jelas Gani. Rasio NPF yang membaik menjadi indikator pengelolaan risiko yang sehat. Keberhasilan ini menegaskan strategi perusahaan dalam menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas aset.
Kondisi ini sekaligus menjadi bukti bahwa model bisnis Adira Finance tangguh terhadap fluktuasi pasar. Dengan profitabilitas yang meningkat, perusahaan memiliki modal untuk mengembangkan layanan dan menyesuaikan produk sesuai kebutuhan pelanggan. Hal ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Strategi Optimalisasi Jaringan dan Ekspansi
Untuk mendorong kinerja lebih maksimal, Adira Finance menyiapkan strategi penguatan jaringan. Saat ini, jaringan perusahaan telah menjangkau sekitar 70% kabupaten di Indonesia. Dengan cakupan ini, penyaluran pembiayaan dapat lebih produktif dan efektif menjangkau berbagai segmen masyarakat.
Selain memperluas jaringan fisik, perusahaan juga fokus pada pengembangan pembiayaan non-otomotif sebagai sumber pertumbuhan alternatif. Strategi ini dilakukan untuk diversifikasi risiko dan menangkap peluang di sektor lain. Perusahaan tetap menyiapkan diri menghadapi pemulihan sektor otomotif saat daya beli masyarakat meningkat.
Ekspansi ini sekaligus menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk meningkatkan penetrasi pasar. Dengan strategi jaringan dan diversifikasi produk, Adira Finance berharap pertumbuhan dapat berkelanjutan. Hal ini juga membuka peluang sinergi dengan pemangku kepentingan di berbagai daerah.
Integrasi Akuisisi dan Digitalisasi
Adira Finance juga menargetkan integrasi pasca akuisisi Mandala Multifinance berjalan optimal tahun ini. Langkah ini bertujuan memperbesar skala usaha dan memperkuat posisi perusahaan di industri pembiayaan. Integrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas portofolio produk.
Selain itu, perusahaan mempercepat digitalisasi sebagai bagian strategi efisiensi dan daya saing. Digitalisasi ini mencakup pengembangan aplikasi, sistem monitoring, serta layanan pelanggan online. Dengan digitalisasi, proses pembiayaan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengutamakan layanan berbasis teknologi. Dengan kombinasi ekspansi fisik dan digital, Adira Finance berupaya menghadirkan solusi pembiayaan modern. Hal ini juga mendukung perusahaan agar tetap kompetitif di era transformasi digital.
Prospek Pertumbuhan dan Tantangan Mendatang
Ke depan, Adira Finance optimistis terhadap prospek pertumbuhan pembiayaan baru. Perusahaan terus menyiapkan strategi untuk meningkatkan kualitas aset, efisiensi operasional, dan penetrasi pasar. Fokus pada diversifikasi produk dan digitalisasi menjadi pilar utama untuk menghadapi tantangan ekonomi mendatang.
Pertumbuhan pembiayaan yang konsisten menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap perusahaan. Dengan strategi yang tepat, Adira Finance berharap mampu mempertahankan performa positif hingga tahun-tahun berikutnya.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga dan kualitas pembiayaan terus membaik,” tutup Gani.
Perusahaan juga akan terus memantau tren industri dan permintaan konsumen agar strategi bisnis selalu relevan. Optimalisasi jaringan, penguatan pembiayaan non-otomotif, integrasi akuisisi, dan digitalisasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dengan langkah ini, Adira Finance siap menghadapi dinamika pasar dan menjaga stabilitas kinerja keuangan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Adira Finance Laporkan Pertumbuhan Pembiayaan Baru yang Menggembirakan Tahun Ini
- Jumat, 06 Maret 2026
Berita Lainnya
BFI Finance Bukukan Pembiayaan Baru Gemilang, Menjadi Andalan Industri Finansial
- Jumat, 06 Maret 2026











