United Tractors dan Astra International Borong Saham, Total Rp3,98 Triliun Buyback 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA - PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengakhiri program pembelian kembali saham atau buyback setelah menggelontorkan hampir seluruh alokasi dana. Total pembelian mencapai Rp1,99 triliun selama periode tiga bulan terakhir, menandai langkah strategis perseroan untuk menjaga likuiditas dan nilai saham.
Ari Setiyawan, Sekretaris Perusahaan United Tractors, menjelaskan program buyback dilakukan dengan alokasi maksimal Rp2 triliun. “Selama periode pembelian kembali saham, perseroan telah membeli kembali saham sebanyak 68.519.800 saham dengan nilai Rp1.999.990.270.702 [Rp1,99 triliun],” paparnya Kamis, 15 Januari 2026.
Dengan sisa dana sebesar Rp9,72 juta, UNTR memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham sejak 14 Januari 2026. Menurut Ari, keputusan ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan saat ini.
Baca JugaDanantara Siapkan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Strategis Senilai Rp100 Triliun
Strategi Buyback Saham di Grup Astra
Sebelum UNTR, PT Astra International Tbk. (ASII) juga menghentikan program buyback setelah membeli 305.213.900 saham dengan total nilai Rp1,99 triliun. Program tersebut awalnya direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026, tetapi dipercepat karena dana maksimum telah terpenuhi.
Corporate Secretary ASII, Gita Tiffani Boer, menjelaskan sisa dana buyback tidak cukup untuk membeli satu lot saham lagi. “Perseroan memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham, yang semula direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026, menjadi berakhir pada 13 Januari 2026 pada sesi kedua perdagangan di BEI,” tulisnya Rabu, 14 Januari 2026.
Selama periode buyback, ASII membeli kembali 305.213.900 saham dengan nilai keseluruhan Rp1,99 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur modal dan memberikan dukungan terhadap harga saham di pasar.
Dengan demikian, dua emiten Grup Astra ini mengalokasikan total Rp3,98 triliun untuk program buyback saham dalam tiga bulan terakhir. Jumlah ini menunjukkan komitmen kedua perseroan dalam strategi korporasi jangka menengah hingga panjang.
Dampak dan Tujuan Buyback Saham
Program pembelian kembali saham umumnya dilakukan untuk menjaga nilai saham tetap stabil di pasar. UNTR dan ASII memanfaatkan buyback sebagai langkah strategis menghadapi fluktuasi pasar saham dan ketidakpastian ekonomi global.
Bagi United Tractors, buyback juga bertujuan menjaga kepercayaan investor dan mengoptimalkan struktur modal. Perseroan memastikan likuiditas cukup untuk mendukung operasional sekaligus memaksimalkan nilai pemegang saham.
Di sisi lain, bagi Astra International, buyback merupakan sarana untuk menstabilkan harga saham dan mengantisipasi volatilitas pasar. Hal ini sejalan dengan strategi diversifikasi usaha Grup Astra di sektor otomotif, energi, dan pertambangan.
Selain itu, pembelian saham kembali juga meningkatkan proporsi saham yang beredar di pasar. Dengan berkurangnya jumlah saham publik, EPS (earnings per share) dapat meningkat sehingga potensi return investor menjadi lebih optimal.
Keputusan kedua emiten ini menunjukkan kesiapan Grup Astra dalam menggunakan instrumen buyback untuk menjaga performa saham. Program ini dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati dan transparan melalui Bursa Efek Indonesia.
Tren Buyback Saham di Pasar Modal Indonesia
Buyback saham oleh perusahaan publik semakin populer sebagai alat untuk menjaga harga saham. Beberapa emiten besar memilih strategi ini terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi komoditas.
UNTR dan ASII menjadi contoh perusahaan yang secara aktif menggunakan buyback untuk menstabilkan saham mereka. Strategi ini juga menjadi sinyal positif bagi investor karena menandakan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan.
Selain menjaga harga saham, buyback juga mendukung rencana jangka panjang perusahaan. Kedua perseroan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengoptimalkan struktur modal sekaligus menjaga kepercayaan investor di pasar modal.
Saham UNTR dan ASII selama program buyback tetap menunjukkan performa relatif stabil. Investor melihat langkah ini sebagai strategi korporasi yang matang untuk menghadapi volatilitas harga saham dan kondisi pasar.
Secara keseluruhan, program buyback Rp3,98 triliun menunjukkan bahwa Grup Astra fokus pada stabilitas finansial. Kedua emiten menggunakan instrumen buyback secara optimal untuk memaksimalkan nilai pemegang saham.
Ke depan, UNTR dan ASII diyakini akan tetap mempertahankan strategi buyback sebagai salah satu alat manajemen saham. Perusahaan juga diperkirakan akan terus memantau kondisi pasar dan mengambil langkah proaktif bila diperlukan.
Penghentian buyback di kedua emiten menandai fase baru dalam pengelolaan saham. Keduanya kini memiliki sisa dana yang sangat terbatas, sehingga setiap langkah berikutnya akan dipertimbangkan secara matang.
Investor di pasar menilai program buyback ini berhasil meningkatkan kepercayaan dan mendukung harga saham. Langkah ini juga mencerminkan manajemen yang responsif terhadap dinamika pasar dan kondisi finansial perusahaan.
Dengan program buyback yang selesai, UNTR dan ASII dapat fokus pada pengembangan bisnis inti. Strategi ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis pertambangan, otomotif, dan energi yang terus menjadi tulang punggung Grup Astra.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
DSSA Grup Sinarmas Siapkan Transformasi Bisnis Energi Terbarukan dan Digital 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Sido Muncul Pertimbangkan Penjualan Saham untuk Tingkatkan Bisnis Strategis 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
United Tractors dan Astra International Borong Saham, Total Rp3,98 Triliun Buyback 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Danantara Tegaskan Timah Masih Mampu Restrukturisasi Mandiri Tanpa Suntikan Modal
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Januari-Februari 2026, Transportasi Laut Lebih Mudah
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Sido Muncul Pertimbangkan Penjualan Saham untuk Tingkatkan Bisnis Strategis 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Danantara Tegaskan Timah Masih Mampu Restrukturisasi Mandiri Tanpa Suntikan Modal
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Januari-Februari 2026, Transportasi Laut Lebih Mudah
- Kamis, 15 Januari 2026
Update Lengkap Jadwal dan Harga Tiket Kapal Penyeberangan Lembar-Padangbai Januari 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Januari 2026, Perjalanan Cepat dan Hemat
- Kamis, 15 Januari 2026








