Leyand Tetapkan Komisaris dan Direksi Baru untuk Percepat Ekspansi Bisnis
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA - Perubahan kepemilikan kerap menjadi titik balik arah bisnis sebuah perusahaan terbuka. Hal inilah yang kini terjadi pada PT Leyand International Tbk (LAPD), emiten yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding dan jasa konsultasi manajemen.
Masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali (PSP) membawa konsekuensi strategis, salah satunya melalui perombakan menyeluruh jajaran komisaris dan direksi sebagai fondasi awal ekspansi usaha ke sektor energi dan pertambangan.
Langkah tersebut secara resmi disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2025. Dalam forum tersebut, para pemegang saham menyetujui restrukturisasi total struktur kepemimpinan perseroan dengan tujuan mempercepat sinergi strategis bersama pengendali baru sekaligus memperkuat arah pertumbuhan jangka menengah dan panjang.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
Direktur Utama LAPD, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, menjelaskan bahwa perubahan jajaran manajemen bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan. Menurutnya, kehadiran tim profesional dengan pengalaman lintas sektor menjadi kunci penting dalam mendorong akselerasi bisnis di tengah dinamika industri energi dan pertambangan yang kompetitif.
“Untuk mendukung visi besar PT JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru, perseroan kini dipimpin oleh jajaran profesional dengan rekam jejak yang tangguh,” ujar Jamal.
Susunan Manajemen Baru LAPD
Melalui RUPSLB tersebut, LAPD menetapkan susunan direksi dan komisaris baru sebagai berikut:
Susunan Direksi
Direktur Utama: Jamal Abdul Nasir Bamadhaj
Direktur: Kiran Raj
Direktur: Hong Shieh Yung, Travis
Direktur: Achmad Rifky
Direktur: Bambang Rahardja Burhan
Susunan Komisaris
Komisaris Utama: Sayid Muhammad Riyadh
Komisaris: Tan Siok Sing
Komisaris Independen: Thauriq Anwar
Dengan struktur kepemimpinan baru ini, perseroan berharap dapat mengintegrasikan keahlian manajerial, operasional, serta pengembangan bisnis yang lebih solid, sejalan dengan transformasi yang tengah dijalankan.
Fokus Awal: Efisiensi dan Konsolidasi Internal
Jamal menegaskan bahwa dalam jangka pendek, manajemen baru akan memprioritaskan penguatan kinerja operasional melalui peningkatan efisiensi internal. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan fondasi keuangan dan operasional perseroan berada dalam kondisi yang sehat sebelum melangkah ke fase ekspansi yang lebih agresif.
Namun demikian, LAPD tidak menutup mata terhadap peluang pertumbuhan non-organik. Evaluasi mendalam terhadap berbagai peluang akuisisi strategis menjadi bagian dari agenda utama perseroan ke depan.
“Kami akan melakukan evaluasi mendalam terhadap peluang akuisisi yang strategis. Sinergi dengan PT JSI Sinergi Mas akan memberikan nilai tambah instan bagi bottom line perseroan serta mempercepat pemulihan kinerja,” tegas Jamal.
Sinergi dengan Pengendali Baru
Sebagai pemegang saham pengendali, PT JSI Sinergi Mas dikenal memiliki kekuatan bisnis di bidang pengangkutan dan perdagangan batu bara. Latar belakang tersebut membuka peluang sinergi yang luas, khususnya dalam pengembangan usaha LAPD di sektor energi dan pertambangan.
Seiring dengan perubahan pengendali, JSI Sinergi Mas saat ini juga tengah menyelesaikan proses Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO). MTO dilakukan atas 39,80 persen saham publik LAPD sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses MTO ini menjadi bagian penting dari transisi kepemilikan, sekaligus memberikan kepastian bagi pemegang saham publik terkait perubahan struktur pengendalian perusahaan.
Arah Ekspansi dan Aksi Korporasi
Sebelumnya, Direktur LAPD Bambang Rahardja Burhan mengungkapkan bahwa PT JSI Sinergi Mas tengah mengembangkan bisnisnya ke sektor energi dan pertambangan, termasuk komoditas pasir silika. Kondisi tersebut mendorong LAPD untuk menyusun berbagai strategi sinergi bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
“Rencana tersebut tentu saja membutuhkan permodalan yang kuat. Untuk itu, Leyand International berencana meracik aksi korporasi untuk memperkuat struktur permodalannya,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, skema dan detail rencana aksi korporasi tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan kajian internal oleh manajemen. Selain itu, seluruh rencana strategis tersebut tetap memerlukan persetujuan pemegang saham, terutama dari PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru.
Menatap Fase Pertumbuhan Berikutnya
Dengan bergantinya jajaran komisaris dan direksi, serta dukungan penuh dari pengendali baru, LAPD memasuki fase baru dalam perjalanan bisnisnya. Kombinasi antara penguatan internal, potensi aksi korporasi, dan sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendorong pemulihan kinerja sekaligus membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan.
Ke depan, pasar akan mencermati bagaimana langkah konkret manajemen baru dalam merealisasikan strategi yang telah dicanangkan. Bagi LAPD, perombakan manajemen ini bukan sekadar perubahan struktur, melainkan titik awal transformasi menuju entitas yang lebih kompetitif di sektor energi dan pertambangan nasional.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
INKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
- Kamis, 15 Januari 2026
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Telkomsel Catat Lonjakan Trafik Data 9,30 Persen Selama Periode Nataru 2025
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo 15 Januari 2026, Cek Jam Terakhir Jelang Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Simak Jadwal Lengkap KA Bandara YIA–Tugu Yogyakarta Kamis 15 Januari 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
- Kamis, 15 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
Berapa Modal Usaha Parfum? Rincian Lengkap dan Simulasi Biaya
- 14 Januari 2026
3.
4.
Malaysia Targetkan 4,6 Juta Turis Indonesia Tahun 2026
- 14 Januari 2026
5.
Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026
- 14 Januari 2026











