Kamis, 15 Januari 2026

Danantara Tegaskan Timah Masih Mampu Restrukturisasi Mandiri Tanpa Suntikan Modal

Danantara Tegaskan Timah Masih Mampu Restrukturisasi Mandiri Tanpa Suntikan Modal
Danantara Tegaskan Timah Masih Mampu Restrukturisasi Mandiri Tanpa Suntikan Modal

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan bahwa PT Timah Tbk (TINS) saat ini belum memerlukan suntikan modal langsung. Penilaian ini muncul karena perusahaan dinilai masih memiliki ruang untuk memperbaiki kinerjanya secara mandiri maupun melalui dukungan holding pertambangan, MIND ID.

Managing Director Business 3 Danantara Indonesia, Febriany Eddy, menyebutkan bahwa penyertaan modal bukan opsi utama untuk semua BUMN yang mengalami tekanan kinerja. Perusahaan masih diberikan kesempatan melakukan restrukturisasi internal sebelum melibatkan Danantara sebagai investor.

“Kalau perusahaan itu mampu, silakan berbenah secara mandiri. Kalau tidak, masih ada holding-nya. Nah, holding-nya itu kemudian tentunya kita,” ujar Febriany dalam acara Danantara dan Transformasi BUMN Menuju Korporasi Kelas Dunia di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga

Danantara Siapkan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Strategis Senilai Rp100 Triliun

Febriany menambahkan, saat ini Timah masih berada dalam klaster pertambangan yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan MIND ID. Artinya, keputusan terkait kebutuhan pendanaan masih berada pada level holding, bukan langsung di Danantara.

Tantangan Struktural yang Membebani Timah

Meski begitu, Febriany mengakui terdapat tantangan struktural yang membebani kinerja Timah. Aktivitas penambangan ilegal dan tumpang tindih perizinan menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera ditata kembali.

“Sekarang mau dirapikan, dibersihkan, dan dikonsolidasikan. Saya rasa masa depannya sangat positif. Timah itu berperan besar terhadap suplai timah dunia,” kata Febriany.

Danantara memposisikan diri sebagai last resort dalam pembiayaan BUMN. Suntikan modal baru hanya akan dipertimbangkan jika perusahaan tidak mampu melakukan perbaikan sendiri maupun dengan dukungan holding.

“Apakah dari Danantara langsung? Saat ini belum, karena kemungkinan dia masih sanggup sendiri dan juga sanggup di holding-nya,” lanjutnya.

Peluang investasi tetap terbuka jika unit Danantara Investment Management menilai ada potensi komersial yang layak di Timah. Dengan demikian, keterlibatan Danantara bersifat selektif dan berbasis kelayakan bisnis, bukan sekadar formalitas.

Peran Danantara dalam Transformasi BUMN

Febriany juga menyoroti tantangan non-finansial dalam transformasi BUMN. Resistensi terhadap perubahan kerap muncul, terutama di tingkat sumber daya manusia, yang membuat proses transformasi menjadi tidak nyaman.

“Change is always uncomfortable. If you feel comfortable, you are not growing. Tapi kalau Anda merasa tidak nyaman, there is a chance that you are growing,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Danantara berperan menyatukan visi transformasi BUMN. Selain itu, lembaga ini juga mendorong budaya growth mindset, ketangguhan, dan resiliensi di seluruh level organisasi.

Integritas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan korporasi yang dilakukan Danantara. Hal ini dianggap penting untuk memastikan setiap langkah transformasi BUMN berjalan sesuai tujuan strategis.

Febriany menekankan, meski Timah belum membutuhkan suntikan modal, proses pembenahan internal tetap harus berjalan secara disiplin. Dukungan holding menjadi kunci bagi perusahaan untuk memperkuat struktur internalnya tanpa perlu intervensi modal eksternal.

Langkah ini menunjukkan bahwa Danantara mengutamakan pendekatan preventif dan selektif. Bantuan modal bukanlah prioritas utama, melainkan opsi terakhir bila restrukturisasi internal tidak mampu menciptakan perbaikan signifikan.

Selain fokus pada finansial, Danantara juga mendorong aspek manajerial. Transformasi BUMN bukan hanya soal modal, tetapi juga soal budaya, tata kelola, dan penguatan sistem manajemen internal.

Dalam jangka menengah, Timah diharapkan mampu menjaga performa sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini akan mengurangi ketergantungan terhadap suntikan modal luar dan memperkuat posisi perusahaan di pasar global.

Pendekatan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah untuk membentuk BUMN yang lebih mandiri dan profesional. Dengan dukungan holding, perusahaan tetap berada dalam jalur restrukturisasi yang terkontrol tanpa mengganggu kinerja pasar.

Febriany menegaskan, Danantara tetap membuka peluang investasi jika ada unit bisnis Timah yang dinilai layak secara komersial. Keterlibatan Danantara bersifat selektif, berbasis evaluasi potensi return, bukan semata-mata untuk menutupi defisit modal.

Selain itu, Danantara menekankan pentingnya transformasi budaya perusahaan. Fokus pada growth mindset dan resiliensi karyawan diharapkan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif terhadap perubahan.

Tantangan struktural, seperti penambangan ilegal dan perizinan tumpang tindih, akan terus menjadi perhatian pemerintah. Penyelesaian isu ini diharapkan meningkatkan performa Timah sekaligus menjaga reputasi perusahaan di mata investor global.

Febriany menegaskan bahwa masa depan Timah sangat positif. Dengan dukungan holding, perusahaan diharapkan tetap menjadi pemain kunci dalam suplai timah dunia.

Pendekatan last resort Danantara menunjukkan prioritas utama adalah restrukturisasi internal dan dukungan holding. Suntikan modal baru hanya dilakukan jika semua upaya internal gagal, memastikan efisiensi penggunaan dana negara.

Kesimpulannya, Timah saat ini masih mampu memperbaiki kinerja tanpa intervensi modal langsung dari Danantara. Strategi ini menekankan kombinasi pembenahan internal, dukungan holding, dan transformasi budaya perusahaan sebagai kunci keberhasilan jangka panjang.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sido Muncul Pertimbangkan Penjualan Saham untuk Tingkatkan Bisnis Strategis 2026

Sido Muncul Pertimbangkan Penjualan Saham untuk Tingkatkan Bisnis Strategis 2026

United Tractors dan Astra International Borong Saham, Total Rp3,98 Triliun Buyback 2026

United Tractors dan Astra International Borong Saham, Total Rp3,98 Triliun Buyback 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Januari-Februari 2026, Transportasi Laut Lebih Mudah

Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Januari-Februari 2026, Transportasi Laut Lebih Mudah

Update Lengkap Jadwal dan Harga Tiket Kapal Penyeberangan Lembar-Padangbai Januari 2026

Update Lengkap Jadwal dan Harga Tiket Kapal Penyeberangan Lembar-Padangbai Januari 2026

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Januari 2026, Perjalanan Cepat dan Hemat

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Januari 2026, Perjalanan Cepat dan Hemat