Laba Bank BSN Melesat Hingga 40 Persen Dan Targetkan 69.636 KPR Subsidi

Laba Bank BSN Melesat Hingga 40 Persen (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:47 WIB

JAKARTA - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatatkan raihan positif pada satu tahun pasca transformasi kelembagaan.

Sampai kurun Juli 2026, Bank BSN mengantongi keuntungan kotor bernilai Rp643,6 miliar.

Hasil tersebut melonjak 40 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Bank BSN sendiri adalah perusahaan hasil pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN bersama penggabungan Bank Victoria Syariah.

Sejalan dengan lonjakan keuntungan, aset perusahaan turut mengalami pemekaran.

Hingga 31 Juli 2026, total aset Bank BSN melonjak 22,2 persen YoY menuju angka Rp 81,1 triliun.

Di sisi lain, penyaluran pembiayaan dari Bank BSN meningkat 25,7 persen YoY sebesar Rp 62 triliun.

Pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) juga terangkat 14,8 persen YoY menjadi Rp 64,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu memberikan sanjungan atas pencapaian Bank BSN yang sanggup mencetak lonjakan di periode awal operasional entitas baru.

"BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia," kata Nixon dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Nixon mengimbau agar Bank BSN senantiasa mengawal ritme pertumbuhan sekaligus mempertahankan dominasi pembiayaan di ranah properti.

Di samping itu, Nixon menginstruksikan Bank BSN guna memperluas jaringan dengan mitra baru serta merawat kolaborasi bersama Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan, hasil manis pada tahun perdana menjadi bukti bahwa perombakan kelembagaan Bank BSN dieksekusi secara tepat dan membawa hasil.

Proses perombakan tersebut berjalan sejak pengambilalihan Bank Victoria Syariah sampai pemisahan resmi di Desember 2025.

"Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Alex.

Di tengah melesatnya pembiayaan, Bank BSN diklaim tetap cermat menjaga mutu portofolio aktiva produktifnya.

Berperan sebagai bank syariah yang terikat kuat pada bidang perumahan, Bank BSN senantiasa mengedepankan lini fasilitas pembiayaan rumah.

Selama tujuh bulan awal 2026, perseroan telah menyalurkan KPR Subsidi untuk 33.222 unit hunian.

Hingga penutupan 2026, Bank BSN mematok target penyaluran KPR Subsidi mencapai 69.636 unit rumah.

Patokan ini melampaui pencapaian tahun 2025 yang berada pada angka 59.463 unit.

Untuk kategori KPR Non-Subsidi, realisasi kucuran dana sampai Juli 2026 menembus Rp 2,68 triliun.

Angka tersebut terangkat 21,42 persen YoY.

Secara menyeluruh, outstanding KPR Subsidi Bank BSN berada pada nominal Rp 37,95 triliun, naik 24,18 persen YoY.

Sementara itu, outstanding KPR Non-Subsidi menyentuh Rp 18,64 triliun, tumbuh 18,56 persen YoY.

Selain lewat saluran biasa dan kemitraan bersama pengembang, Bank BSN turut memacu penetrasi dari sarana digital.

Menerapkan platform Bale Syariah by BSN, perseroan sudah merangkul lebih dari 225.000 pengguna aktif per Juli 2026.

Total aktivitas transaksi pada platform itu telah menembus lebih dari 2 juta kali dengan volume transaksi bernilai Rp 4,88 triliun.

Pencapaian Bank BSN pada tahun awal operasional turut memetik sambutan positif dari Sumbernya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menginginkan Bank BSN tidak sebatas berfokus pada target performa, namun ikut berakar dalam penguatan ekonomi masyarakat kelas bawah.

"Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ungkap Haedar.

Haedar juga mendorong agar sinergi strategis yang terjalin antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi 'Aisyiyah dapat dipacu menjadi program yang nyata, aman, cepat, dan gampang diakses.

"Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa," pungkas Haedar.

Reporter: Moch Febrianto