DPLK Muamalat Mulai Menambah Portofolio Investasi Lewat ETF Emas Ini

Portofolio Investasi Lewat ETF Emas (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:41 WIB

JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat mulai memperbesar porsi emas dalam portofolio investasinya lewat instrumen exchange-traded fund (ETF).

Langkah tersebut merupakan bagian dari taktik diversifikasi investasi demi mengelola dana pensiun para peserta.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan menyampaikan, sampai Juli 2026, tiga paket investasi yang dikelola menurut prinsip syariah memperlihatkan kinerja positif.

Paket C yang memuat instrumen pasar uang, reksa dana, serta saham syariah mencatatkan imbal hasil tahunan paling tinggi sebesar 16,77%.

Sementara itu, Paket A yang menempatkan dana pada instrumen pasar uang syariah mencetak imbal hasil 6,24%.

Adapun Paket B yang merupakan perpaduan pasar uang dan pendapatan tetap syariah mencatat imbal hasil 5,56% pada kurun waktu setahun belakangan.

Dalam taktik diversifikasi tersebut, DPLK Syariah Muamalat tercatat sebagai pemodal perdana pada Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD).

Instrumen yang dirilis PT Indo Premier Investment Management itu resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2026.

Aznovri menyebutkan, penempatan pada ETF berbasis emas tersebut terutama menjadi bagian dari taktik investasi Paket C yang berprofil risiko tergolong tinggi.

Berdasarkan penjelasannya, alokasi pada emas dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi portofolio, sekaligus tetap memperhatikan kaidah syariah dan tata kelola risiko.

"Kami berkomitmen terus menerapkan strategi investasi yang aman, transparan, dan sesuai prinsip-prinsip syariat Islam," ujar Aznovri dalam siaran pers, Kamis (20/8).

Pada sisi lain, kenaikan pengelolaan dana pensiun juga tampak dari total perusahaan yang menjadi peserta DPLK Syariah Muamalat.

Sampai Juli 2026, sejumlah 971 perusahaan telah menjalin kerja sama, melonjak 87 perusahaan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total peserta perseorangan juga telah menembus 125.000 orang per Juli 2026.

Kenaikan jumlah peserta ini turut mengerek nilai aset DPLK Syariah Muamalat hingga menyentuh sekitar Rp 2 triliun, atau terangkat 12% secara tahunan.

Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi menuturkan, peningkatan kinerja DPLK Syariah Muamalat ikut mengindikasikan kian besarnya kepercayaan publik terhadap layanan dana pensiun berbasis syariah.

Menurut pemaparannya, akses layanan DPLK Syariah Muamalat saat ini dapat dijangkau lewat jaringan kantor cabang Bank Muamalat.

Peserta juga dapat mengecek saldo dan riwayat transaksi serta melakukan pembukaan rekening DPLK lewat kanal digital yang disiapkan perseroan.

Kenaikan peserta beserta aset ini memperlihatkan bahwa keperluan atas instrumen persiapan masa pensiun berbasis syariah masih menyimpan ruang untuk bertumbuh.

Akan tetapi, seiring kian bervariasinya instrumen investasi, pengelola dana pensiun tetap harus menyesuaikan alokasi aset dengan profil risiko maupun tujuan investasi pada tiap-tiap paket.

Reporter: Moch Febrianto