Layanan Perbankan BNI di NTT Dijamin Tetap Berjalan Usai Bencana Gempa
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memastikan jalurnya aktivitas perbankan di area terdampak bencana gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berjalan lewat penerapan mekanisme business continuity plan (BCP).
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menerangkan, perseroan menempatkan keselamatan para pegawai dan nasabah di urutan pertama sambil menjaga akses masyarakat pada fasilitas perbankan tetap terbuka selama masa darurat.
“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (18/8/2026).
BNI mencatat dari jumlah 25 outlet yang tersebar di wilayah Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet tetap beroperasi melayani segala kebutuhan transaksi warga.
Adapun satu jaringan kantor, yakni KCP Borong, untuk sementara dihentikan operasionalnya akibat terdapat retakan pada dinding bangunan sehingga membutuhkan pembenahan.
Selain jaringan outlet, daya guna mesin ATM juga senantiasa dijaga.
Dari total 67 unit ATM di kawasan tersebut, sebanyak 65 unit berada dalam kondisi berfungsi, sedangkan dua unit ATM di KCP Borong dinonaktifkan sementara waktu hingga keadaan kembali aman.
Sebagai bentuk penanganan, BNI mendatangkan armada O-Branch atau fasilitas perbankan keliling untuk membackup fungsi KCP Borong selama pembenahan berlangsung.
Masyarakat pengguna layanan juga dapat memanfaatkan fasilitas lewat unit BNI terdekat lainnya maupun kanal layanan digital perseroan.
Okki memaparkan, penataan kembali operasional KCP Borong akan dikerjakan setelah struktur fisik bangunan dipastikan kokoh serta memenuhi standar keselamatan kerja.
Di lain hal, BNI turut menyalurkan program bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak musibah gempa di bermacam titik Flores.
Penyaluran tahap awal difokuskan guna menyokong kebutuhan primer warga di pengungsian, seperti bahan makanan pokok, air minum, perlengkapan balita, hingga alat-alat rumah tangga.
Pembagian bantuan dikirim secara bertahap ke beberapa wilayah, meliputi Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng, dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“BNI akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat,” kata Okki.
BNI menegaskan siap menjaga keberlanjutan akses perbankan sekaligus mendukung penuh proses pemulihan warga yang terdampak bencana lewat sinergi antar-lembaga.