Rupiah Lemah dan Imbal Hasil Obligasi Naik, Risiko Pasar Modal Lonjak!

Rupiah Lemah dan Imbal Hasil Obligasi Naik (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:28:58 WIB

JAKARTA - Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang dua kurun waktu perdagangan diperkirakan belum seutuhnya memperlihatkan pemulihan kondisi pasar secara menyeluruh. Peningkatan indeks sebagian besar didorong oleh kenaikan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sementara tekanan atas nilai tukar rupiah dan peningkatan yield obligasi dunia memperbesar ancaman gejolak pasar.

Pada dua kurun waktu terakhir, nilai saham BYAN meroket kurang lebih 40% serta memberikan kontribusi sekitar 86 poin bagi IHSG, atau porsi utama dari kenaikan indeks.

“Artinya, penguatan headline belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan pasar secara luas. Pada saat yang sama, Rupiah kembali melemah mendekati Rp17.900/USD,” kata Kepala Riset dan Ekonomi dari Sumbernya, Rabu (19/8/2026).

Hambatan juga datang dari transaksi global menyusul maraknya pelepasan obligasi pemerintah. Yield US Treasury (UST) tenor 30 tahun mencapai rentang 5,3%, rekor tertinggi sejak tahun 2007. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun mendekati angka 3% dan yield Bund Jerman menyentuh level tertinggi sejak tahun 2011.

Melambungnya imbal hasil obligasi internasional tersebut diakibatkan oleh kekhawatiran mengenai inflasi, kondisi anggaran, serta melimpahnya penawaran obligasi.

“Memasuki perdagangan Rabu, kami melihat risiko volatilitas IHSG meningkat, terutama jika kenaikan global yields berlanjut dan tekanan rupiah membesar,” ucapnya.

Di tengah dinamika tersebut, pihak dari Sumbernya menyarankan tiga emiten untuk perdagangan hari ini:

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berada dalam tahapan akumulasi dengan target nilai pertama Rp1.440, target kedua Rp1.520, dan target ketiga Rp1.650. Batas support berada pada Rp1.315 dan Rp1.290.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dianggap berada pada tahapan akumulasi dengan target nilai Rp1.560, Rp1.585, dan Rp1.700. Sedang batas support berada pada Rp1.470 dan Rp1.415.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turut berada pada tahapan akumulasi. Target nilai ditetapkan masing-masing Rp2.400, Rp2.460, dan Rp2.520, dengan batas support Rp2.310 dan Rp2.250.

Reporter: Moch Febrianto