Pengembangan ETF Emas Menjadi Langkah Baru Transformasi Pasar Modal

Pengembangan ETF Emas (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:11:12 WIB

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memandang peresmian exchange traded fund (ETF) berbasis emas sebagai babak baru dalam pembaruan pasar modal tanah air.

Produk ini diprediksi sanggup menambah ragam instrumen investasi sekaligus memperkokoh keterikatan pasar modal dengan ekosistem bullion dalam negeri.

Direktur Utama KSEI Syamsul Hidayat menyatakan, ETF emas memberikan opsi instrumen investasi anyar bagi para pemodal pasar saham Indonesia.

Menurut pemaparannya, produk ini turut mampu mendorong pendalaman pasar finansial nasional.

"ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” kata Syamsul dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2026).

Syamsul menguraikan, perancangan ETF emas merupakan hasil kerja sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer participant, bullion bank, serta para pelaku industri pasar uang.

Di dalam ekosistem tersebut, emas fisik difungsikan sebagai aset acuan ETF.

Kepemilikan emas lantas divisualisasikan secara elektronik via Electronic Gold Receipt (EGR) yang terdaftar di KSEI sebelum unit penyertaan ETF emas didagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Seluruh proses pembentukan ETF emas berlangsung dalam satu ekosistem, mulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan EGR di KSEI, hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di Bursa Efek Indonesia," ujar dia.

Syamsul menegaskan, peresmian ETF emas merupakan bagian dari pembaruan pasar saham yang berkesinambungan sejak pengaktifan kembali pasar modal pada 10 Agustus 1977.

Ia berharap pembaruan tersebut dapat memperkuat pasar keuangan sekaligus mengawal cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Peluncuran ETF emas hari ini merupakan simbol harapan pada masa keemasan pasar modal Indonesia untuk dapat berkontribusi menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” tutur Syamsul.

Sebelumnya, produk investasi Exchange Traded Fund (ETF) emas bersiap hadir di pasar saham domestik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) menyokong industri pengelolaan investasi untuk merealisasikan pendaftaran produk tersebut.

Pada tahap awal semester II 2026, peresmian ETF emas diagendakan melibatkan kurang lebih 5 hingga 7 pihak.

Jumlah tersebut memperhitungkan tingkat kesiapan tiap-tiap pelaku yang bakal terlibat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan mekanisme penerbitan ETF emas harus tetap memperhatikan regulasi serta perlindungan terhadap pemodal.

"Terkait dengan penerbitan ETF Emas, OJK bersama SRO mendukung seluruh stakeholder di industri pengelolaan investasi untuk berupaya merealisasikan penerbitan produk ini," kata Hasan dalam jawaban tertulis Konferensi Pers RDKB Juli 2026, dikutip Kamis (30/7/2026).

"Atas hal ini, tentunya proses penerbitan akan memperhatikan aspek pemenuhan regulasi dan perlindungan investor," lanjut dia.

Sebelumnya, kuantitas Manajer Investasi (MI) yang dikabarkan hendak ikut serta pada peluncuran ETF emas sempat menyentuh sembilan, lalu diperbarui menjadi tujuh instansi.

Hasan menjelaskan, rilis pada fase awal akan mempertimbangkan kesiapan sarana fisik serta operasional dari masing-masing pihak terkait.

"Berkaitan dengan jumlah Manajer Investasi yang ikut serta, di tahap awal Semester 2-2026 peluncuran direncanakan 5-7 pihak," ujar Hasan.

"Hal ini tentu memperhatikan kesiapan dari para pihak baik dalam kaitannya dengan infrastruktur dan operasional dari setiap pihak yang terkait," ia menambahkan.

Kuantitas entitas partisipan juga berpeluang bertambah seiring berkembangnya produk ETF emas di pasar modal Indonesia.

"Ke depannya, tentu akan lebih banyak lagi Manajer Investasi yang berpartisipasi dalam penerbitan ETF Emas di Indonesia," kata Hasan.

Kendati demikian, pihak OJK belum membeberkan tanggal pasti mengenai peresmian ETF emas.

Pihaknya baru menyampaikan bahwa fase awal peresmian diagendakan pada semester II 2026 dengan menggaet 5 sampai 7 pihak.

Reporter: Moch Febrianto