Perkiraan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Pada Senin 10 Agustus 2026
JAKARTA - Nilai tukar rupiah atas dolar AS pada hari ini Senin 10 Agustus 2026 diperkirakan bergerak bervariasi pada area Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Berdasarkan data riset Doo Financial Futures, Jumat (7/8/2026), rupiah ditutup menguat pada taraf Rp17.897 per dolar AS, atau terapresiasi berkisar 0,15%.
Peningkatan rupiah berjalan seirama dengan mayoritas valuta Asia yang turut terangkat terhadap dolar AS.
Won Korea Selatan menjadi valuta dengan penguatan paling tinggi terhadap dolar AS di wilayah tersebut setelah naik 0,32%, disusul dolar Singapura 0,14%, dolar Taiwan 0,17%, rupiah 0,15%, baht Thailand 0,13%, serta yuan China 0,03%.
Adapun ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong terhadap dolar AS bergerak relatif stabil.
Di sudut lain, hanya beberapa valuta Asia yang terdepresiasi terhadap dolar AS.
Peso Filipina mencatat koreksi terdalam mencapai 0,23%, disusul rupee India 0,04%.
Pengamat Doo Financial Futures Lukman Leong mengutarakan penguatan rupiah didorong oleh menguatnya sentimen pasar atas Indonesia usai deretan indikator perekonomian domestik memperlihatkan pencapaian yang mantap.
"Rupiah ditutup sedikit menguat di level Rp17.897 per dolar AS, didukung membaiknya sentimen oleh data-data ekonomi domestik yang solid akhir-akhir ini dan inflow dana asing di pasar Surat Berharga Negara maupun ekuitas selama Juli," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Menurut Lukman, data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang hanya merosot tipis pada Juli pun tidak menghadirkan tekanan signifikan bagi rupiah.
Dari faktor eksternal, dolar AS bergerak cenderung mendatar, sedangkan harga minyak bumi dunia terkikis tipis sehingga ikut menyokong mata uang negara berkembang.
Menurut pandangannya, pelaku pasar selanjutnya bakal mengalihkan perhatian menuju rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls/NFP) yang dijadwalkan keluar pada Jumat malam waktu Indonesia.
Data tersebut hendak menjadi penunjuk vital mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Lukman menyebutkan arah rupiah pada awal pekan ini dipengaruhi hasil data NFP AS, laju dolar AS, serta respons pasar atas data ekonomi dalam negeri.
Pada aktivitas perdagangan hari ini, sambungnya, investor bakal mengamati Survei Kepercayaan Konsumen Indonesia demi memperhatikan kondisi permintaan domestik dan prospek konsumsi masyarakat.