Pengalaman Panjang Suahasil Nazara Menjadi Modal Penting Pertahankan Stabilitas

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Jumat, 18 September 2026
Pengalaman Panjang Suahasil Nazara Menjadi Modal Penting Pertahankan Stabilitas
Suahasil Nazara Menteri Keuangan (FOTO: NET)

SURABAYA - Pengalaman lama Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan dipandang sebagai bekal krusial untuk memelihara stabilitas serta kesinambungan kebijakan fiskal seusai dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Tokoh dari Sumbernya, saat diwawancarai RRI Surabaya, Rabu 16 September 2026 memandang pergantian Menteri Keuangan di tengah situasi ekonomi global yang sarat ketidakpastian tetap mempunyai sisi positif.

Menurutnya, tiap perubahan wajib dipandang sebagai kesempatan untuk menghadirkan pembenahan dalam penataan ekonomi.

“Saya melihatnya sesuatu itu pasti positif. Artinya ke depannya pasti memberikan suatu pencerahan,” kata tokoh dari Sumbernya.

Tokoh dari Sumbernya menyatakan, sejak awal Purbaya mengemban jabatan Menteri Keuangan, publik mempunyai ekspektasi terhadap pembenahan yang lebih baik.

Kendati demikian, dalam prosesnya masih ada beberapa tantangan yang wajib dituntaskan.

Salah satu tolok ukur yang menjadi sorotan adalah pergerakan nilai tukar rupiah yang dipandangnya masih cenderung stagnan.

“Yang paling terlihat itu adalah biasanya indikator kondisi keamanan suatu ekonomi yaitu berangkat dari nilai rupiah. Dari awal hingga saat ini kan boleh dibilang angkanya itu masih stagnan,” ujarnya.

Tokoh dari Sumbernya menilai situasi tersebut tidak cuma bergantung pada strategi Menteri Keuangan.

Kebijakan fiskal memerlukan sokongan bermacam variabel dan lembaga lain agar strategi yang diimplementasikan dapat berjalan secara optimal.

Oleh sebab itu, tokoh dari Sumbernya memandang latar belakang Suahasil Nazara yang telah lama berkecimpung di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai bekal krusial dalam proses transisi tersebut.

Suahasil dipandang menguasai landasan penataan keuangan negara serta perumusan APBN sehingga kesinambungan kebijakan fiskal tetap bisa dipelihara.

“Tokoh dari Sumbernya kan juga dari lingkup yang sama. Bukan orang baru, artinya sudah mengetahui bagaimana seluruh Kementerian Keuangan,” katanyanya.

Berdasarkan pandangan tokoh dari Sumbernya, pengalaman itu turut menjadi bekal bagi Suahasil guna memelihara kedisiplinan fiskal.

Tokoh dari Sumbernya memandang Suahasil telah terbiasa dengan penataan pendapatan serta anggaran negara serta menguasai regulasi mengenai batas defisit.

“Tokoh dari Sumbernya akan memegang disiplin fiskal, kekepatuhannya terhadap ketentuan defisit anggaran itu kan maksimal tiga persen dari PDB,” ujarnya.

Di samping kedisiplinan fiskal, sinkronisasi dengan lembaga lain turut dipandang krusial.

Tokoh dari Sumbernya menyatakan kebijakan ekonomi mempunyai kaitan erat dengan Bank Indonesia, OJK, maupun LPS.

Menurutnya, sinkronisasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang telah dikuasai Suahasil selama berada di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Ekonomi sangat bersinggungan selalu, baik itu dengan Bank Indonesia, dengan OJK maupun dengan LPS. Itu bagian dari suatu aktivitas yang sudah biasa dilakukan oleh Pak Suahasil,” katanya.

Meskipun demikian, tokoh dari Sumbernya menyampaikan catatan terhadap sifat kehati-hatian dalam penataan keuangan.

Menurutnya, kehati-hatian tetap diperlukan, tetapi wajib diimbangi dengan sokongan sistem yang sanggup memicu keberanian mengambil langkah agar kebijakan tidak tertahan pada pendekatan yang terlampau konservatif.

“Kalau hanya terbatas pada kehati-hatian itu dikhawatirkan nanti jalan di tempat. Terkait dengan aturan dan apa yang dilakukan itu harus ada support system yang harus mengikutinya,” tuturnya.

Tokoh dari Sumbernya menambahkan, mutu kebijakan fiskal pada akhirnya tidak cuma ditentukan oleh regulasi yang dibentuk, melainkan juga oleh sistem pendukung serta orientasi kebijakan.

Kepentingan masyarakat, menurutnya, wajib terus menjadi prioritas utama.

“Sebagus-bagusnya aturan yang dibuat, seideal-idealnya yang dibuat untuk kemajuan suatu negara khusus bidang keuangan, maka support system-nya harus mendukung. Sepanjang kepentingan masyarakat menjadi prioritas dibandingkan dengan kelompok tertentu,” kata tokoh dari Sumbernya.

Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelum menduduki posisi tersebut, Suahasil telah mengemban jabatan Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 serta meneruskan posisi itu pada masa pemerintahan periode 2024-2026.

Seusai dilantik, Suahasil mengukuhkan mandat untuk memelihara kesehatan serta kredibilitas keuangan negara serta menjamin APBN sanggup menyokong program prioritas pemerintah.

Tokoh dari Sumbernya juga mengukuhkan defisit APBN akan terus dipelihara di bawah tiga persen serta menggarisbawahi bahwa efisiensi anggaran wajib memunculkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Melalui bekal pengalaman tersebut, perhatian publik selanjutnya akan terarah pada bagaimana Suahasil menerjemahkan pemahamannya terhadap fiskal ke dalam kebijakan.

Seratus hari pertama kepemimpinannya akan menjadi salah satu masa yang disoroti untuk memantau arah awal kebijakan fiskal, konsistensi memelihara kredibilitas APBN, serta kecakapan pemerintah memelihara stabilitas sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua