Dapen BCA Salurkan Manfaat Pensiun Rp595,8 Miliar dengan Kondisi Likuiditas Stabil Hingga Agustus 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Jumat, 18 September 2026
Dapen BCA Salurkan Manfaat Pensiun Rp595,8 Miliar dengan Kondisi Likuiditas Stabil Hingga Agustus 2026
Dapen BCA Salurkan Manfaat Pensiun Rp595,8 Miliar (FOTO: NET)

JAKARTA - Dana Pensiun BCA atau DPBCA tetap mencatatkan keadaan likuiditas yang baik sejalan bersama pembayaran manfaat pensiun yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan penerimaan iuran pensiunnya.

Berdasarkan data akumulatif Dapen BCA, sampai Agustus 2026 realisasi pembayaran manfaat pensiun tercatat sebesar Rp595,8 miliar, sedangkan total penerimaan iuran mencapai Rp361,5 miliar.

"Secara umum, kondisi tersebut tidak mengganggu stabilitas likuiditas dapen," ujar Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno dari Sumbernya, Rabu (16/9/2026).

Meskipun pembayaran manfaat tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan penerimaan iuran, likuiditas bisa terjaga berkat pengelolaan arus kas internal yang telah diantisipasi secara matang.

Upaya ini dilakukan melalui penerapan penyesuaian aset dan kewajiban serta penyelarasan arus kas.

Selain itu, ketersediaan dana siap bayar perusahaan juga senantiasa terjaga melalui metode penyelarasan jadwal jatuh tempo instrumen investasi terhadap kebutuhan klaim peserta.

Dengan begitu, perusahaan tetap bisa memenuhi seluruh kewajiban pembayaran manfaat secara tepat waktu.

Jika ditelaah secara industri, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK juga mencatatkan tren yang serupa.

Per Juli 2026, nilai iuran program pensiun sukarela adalah sebesar Rp23,68 triliun, sedangkan nilai manfaat program pensiun sukarela adalah Rp27,04 triliun.

Artinya, industri dana pensiun secara keseluruhan juga tengah berada pada kondisi lebih banyak membayarkan manfaat kepada peserta jika dibandingkan dengan penerimaan iuran peserta pensiun.

Kendati begitu, Budi memandang kondisi ini sebagai hal yang wajar sejalan bersama makin matangnya profil kepesertaan dana pensiun serta tidak memicu gangguan likuiditas industri dapen.

"Sebab pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat tidak hanya mengandalkan iuran bulanan," ujarnya.

Katanya, ada faktor lain yang berperan memengaruhi kemampuan pemenuhan kewajiban seperti sokongan yang kuat dari hasil pengembangan investasi.

Ini mencangkup penerimaan kupon Surat Berharga Negara atau SBN, bunga obligasi, maupun bunga deposito, termasuk ketersediaan likuiditas yang sudah direncanakan sebelumnya.

Meski likuiditas masih terjaga baik, Dapen BCA tetap menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memelihara ketahanan likuiditas.

Mulai dari penguatan portofolio likuiditas dengan cara menjaga porsi alokasi yang seimbang pada instrumen berisiko rendah dan mudah dicairkan seperti SBN dan deposito perbankan nasional.

Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi arus kas investasi dengan memanfaatkan penerimaan kupon obligasi, bunga pasar uang, dan hasil pembagian keuntungan dari penyertaan.

Ini dilakukan guna menutup selisih arus kas iuran secara organik tanpa melakukan penjualan aset utama secara tergesa.

Strategi tersebut diperkuat melalui pengujian likuiditas berkala dan pemetaan peserta yang memasuki masa purnatugas untuk memastikan kecukupan dana cadangan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua