SEC Buka Jalan Tokenisasi Saham AS, Ini Pihak yang Diuntungkan

RE
Jumat, 18 September 2026
SEC Buka Jalan Tokenisasi Saham AS, Ini Pihak yang Diuntungkan

WARTAFINANSIAL.COM — SEC resmi membuka jalan perdagangan saham AS ter-tokenisasi melalui kerangka pengecualian selama lima tahun. Kebijakan baru ini hanya mengakui token yang mewakili saham asli dengan hak penuh, termasuk dividen dan hak suara.

Kebijakan ini memberi keunggulan awal bagi perusahaan yang menempatkan sekuritas riil di blockchain. Platform terdesentralisasi yang siap beroperasi secara teregulasi juga ikut diuntungkan.

Model Tokenisasi yang Diakui

SEC hanya mengakui token yang merepresentasikan saham AS asli dan membawa hak yang sama dengan saham konvensional. Model ini mencakup proyek yang disponsori penerbit saham maupun struktur kustodian yang mempertahankan hak pemegang saham penuh.

Carlos Domingo, CEO platform tokenisasi aset digital dan aset dunia nyata Securitize, menilai langkah SEC sebagai sinyal positif. "Ini sangat positif karena memberi cara untuk memperdagangkan saham ter-tokenisasi yang asli," ujarnya kepada CoinDesk.

Domingo menambahkan kerangka ini memperkuat model tokenisasi yang disponsori penerbit. Menurutnya, kebijakan tersebut "akan mempercepat adopsi sekuritas ter-tokenisasi native."

Perusahaan Punya Hak Veto

SEC memberi perusahaan publik hak untuk menolak jika pihak ketiga yang tidak berafiliasi ingin men-tokenisasi saham mereka. Sebelum perdagangan dimulai, venue dagang wajib memberi tahu penerbit saham dan menunggu 30 hari.

Jika perusahaan keberatan, token tersebut tidak bisa diperdagangkan di bawah pengecualian ini. Joris Delanoue, CEO dan salah satu pendiri Fairmint, menyebut hak veto penerbit sebagai pengaman utama kebijakan tersebut.

Ketentuan itu muncul setelah perselisihan publik pada musim panas lalu. CEO AMC Entertainment, Adam Aron, mengkritik Robinhood karena menawarkan token saham terkait AMC tanpa melibatkan perusahaan.

Token Sintetis Tidak Masuk Kerangka

Produk sintetis yang hanya melacak harga saham tanpa membawa hak yang sama tidak memenuhi syarat pengecualian SEC. Produk seperti Stock Tokens milik Robinhood, xStocks dari Kraken, dan produk lepas pantai Ondo Finance masuk kategori ini.

Produk-produk tersebut memberi investor eksposur harga saham AS tanpa menjadikan mereka pemegang saham perusahaan. Penyedianya harus mengubah model bisnis jika ingin memakai jalur baru SEC.

Gabo Otte, CEO Dinari, menilai SEC sedang menarik garis penting soal apa yang seharusnya diwakili saham ter-tokenisasi. "Menempatkan saham di blockchain seharusnya tidak berarti menghilangkan hak yang membuatnya menjadi saham," katanya.

Peluang bagi DeFi dan Reaksi Pasar

Saham ter-tokenisasi dapat diperdagangkan melalui automated market maker (AMM) di blockchain publik. Ini berpotensi mendekatkan protokol DeFi dengan pasar sekuritas AS, termasuk platform seperti Uniswap, Aerodrome, dan Raydium.

Blockchain seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain juga berpeluang mendapat manfaat. Meski begitu, platform dagang wajib menerapkan akses terkontrol melalui KYC, batas perdagangan, dan aturan pengaman lainnya.

Analis Bullish, Cowan, menilai regulator mulai memikirkan cara mengaktifkan AMM dan struktur pasar baru. Namun ia mengingatkan pengecualian ini adalah langkah awal yang terkendali, bukan pembukaan luas yang dinanti komunitas kripto.

Reaksi pasar langsung terlihat. Saham Securitize melonjak 14 persen, sementara saham Bullish diperdagangkan 10 persen lebih tinggi pada Kamis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua