Danantara Resmikan PSEL Galuga Bogor, Investasi Rp2,8 Triliun Serap 1.200 Tenaga Kerja

RE
Kamis, 17 September 2026
Danantara Resmikan PSEL Galuga Bogor, Investasi Rp2,8 Triliun Serap 1.200 Tenaga Kerja

WARTAFINANSIAL.COM — Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kabupaten Bogor, dengan nilai investasi Rp2,8 triliun. Fasilitas ini ditargetkan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 45% timbulan sampah Kota dan Kabupaten Bogor, sekaligus menyerap 1.200 tenaga kerja.

Peresmian proyek yang berlangsung Kamis (17/9/2026) itu menandai langkah Danantara memperluas portofolio infrastruktur hijau setelah proyek serupa di Kota Bekasi dan Denpasar Raya. CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir menyebut PSEL Bogor Raya 1 sudah memasuki tahap penandatanganan perjanjian jual beli listrik.

“Inisiatif ini juga bernilai Rp2,8 triliun dari sisi investasi dan insyaallah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200 dan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%,” kata Pandu di lokasi proyek.

Kapasitas Olah Sampah dan Target Pengurangan Emisi

Fasilitas di Kecamatan Cibungbulang ini diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun. Angka itu setara 45% dari total timbulan sampah yang dihasilkan Kota dan Kabupaten Bogor setiap tahunnya.

Dari sisi lingkungan, Danantara memproyeksikan penurunan emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80%. Pengurangan emisi karbon diperkirakan mencapai 640.000 ton setara CO2 per tahun.

PSEL Bogor Raya 1 juga dirancang menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100.000 rumah di wilayah Bogor Raya. Pandu menyebut proyek ini sebagai upaya Danantara merespons darurat sampah di Indonesia, termasuk di Bogor.

Standar Lingkungan Eropa Jadi Acuan

Danantara mengacu pada standar industrial emissions directive atau EU-IED dalam membangun fasilitas ini. Standar tersebut merupakan regulasi lingkungan Uni Eropa yang mengatur batas emisi industri.

“PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan hidup industrial emissions directive atau disebut EU-IED,” ujar Pandu.

Proyek ini tidak dikerjakan Danantara sendirian. Pandu menyatakan tim ahli independen dari berbagai negara turut dilibatkan, mencakup keahlian teknis operasional, hukum, finansial, dan lingkungan.

Peta Jalan PSEL Danantara di Tiga Kota

PSEL Bogor Raya 1 menyusul dua proyek serupa yang lebih dulu berjalan. Dalam dua bulan terakhir, Danantara sudah menandatangani perjanjian jual beli listrik untuk PSEL di Kota Bekasi dan Denpasar Raya.

Ketiga proyek itu memakai model bisnis yang sama: sampah kota diolah menjadi listrik, lalu listriknya dijual melalui perjanjian jual beli dengan PLN. Skema ini memberi Danantara pendapatan berulang sekaligus mengurangi beban TPA daerah.

Bagi pemerintah daerah, PSEL menjawab persoalan lahan TPA yang makin sempit. Proyek Galuga diklaim memangkas kebutuhan lahan TPA hingga 80% dibandingkan metode landfill konvensional.

Arti bagi Investor dan Pelaku Usaha

Nilai investasi Rp2,8 triliun menempatkan PSEL Bogor Raya 1 sebagai salah satu proyek infrastruktur hijau terbesar Danantara tahun ini. Proyek ini membuka peluang bagi kontraktor, penyedia teknologi waste-to-energy, dan lembaga pembiayaan yang ingin masuk ke rantai pasok.

Serapan tenaga kerja 1.200 orang menjadi sinyal dampak ekonomi lokal yang bisa dihitung. Untuk investor, kunci proyek ini ada di perjanjian jual beli listrik yang menentukan kepastian pendapatan jangka panjang fasilitas.

Danantara belum mengungkap struktur pendanaan maupun mitra teknologi yang terlibat. Kedua hal itu biasanya menentukan profil risiko dan tingkat pengembalian proyek semacam ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua